HEALING CRISIS

When the body has enough energy to deal with the accumulated problems, toxins and wastes in the body, it will take steps to eliminate them (first by detoxification followed by rebuilding). And these steps manifest themselves as if the body’s condition is getting worse, but it’s a blessing in disguise, so don’t quit…

Healing crisis occurs when the body tries to eliminate toxins at a faster rate than they can be properly disposed of. The more toxic one’s bodily systems are, the more severe the detoxification, or healing crisis. It is characterized by a temporary increase in symptoms during the cleansing or detox process which may be mild or severe. You may feel worse and therefore conclude that the treatment is not working. But these reactions are instead signs that the treatment is working and that your body is going through the process of cleaning itself of impurities, toxins and imbalances.

Such reactions are temporary and can occur immediately — or within several days, or even several weeks, of a detox.

Symptoms usually pass within 1-3 days, but on rare occasions can last several weeks. If you are suffering from a major illness, the symptoms you experience during the healing crisis may be identical to the disease itself.

Sometimes discomfort during the healing crisis is of greater intensity than when you were developing the chronic disease. This may explain why there may be a brief flare-up in one’s condition. Often the crisis will come after you feel your very best.

Most people feel somewhat ill during the first few days of a cleanse because it is at that point that your body dumps toxins into the blood stream for elimination. With a more serious condition there may be many small crises to go through before the final one is possible. In any case, a cleansing & purifying process is underway, and stored wastes are in a free-flowing state.

Cause:

The healing crisis is the result of every body-system, in concert, working to eliminate waste products through all elimination channels and set the stage for regeneration. The end result: old tissues are replaced with new.

When any treatment or cleansing program causes a large scale die-off of bacteria, a significant amount of endotoxins (toxins within the bacteria itself) are released into the body. The more bacteria present, and the stronger their endotoxins, the stronger the cleansing reaction. When any treatment or detox causes the organs of the body (particularly the liver, which is a storehouse of drug and poison residues) to release their stored poisons and toxins, a cleansing reaction may occur.

Any program, such as fasting, which causes a rapid breakdown of fat cells (which are a storehouse for toxins), can cause a healing crisis as toxins previously lodged in the fat cells are released into the blood stream.

Symptoms:

The healing crisis will usually bring about past conditions in whatever order the body is capable of handling at that time. People often forget the diseases or injuries they have had in the past, but are usually reminded during the crisis. There are a wide variety of reactions that may manifest during a healing crisis, the most common are:

* Aches, Pains
* Anxiety
* Arthritic flair up
* Cough, cold or flu-like symptoms
* Constipation
* Cramps
* Diarrhea
* Drop in blood pressure
* Extreme fatigue and/or its opposite, restlessness
* Fever (usually low grade) and/or chills
* Frequent urination and/or urinary tract discharges
* Headache (believed to be caused by buildup of toxins in the blood)
* Increased joint or muscle pain
* Insomnia
* Mood swings
* Nausea
* New phobias develop
* Sinus congestion
* Skin eruptions, including: boils, hives, and rashes.
* Strong emotions: anger, despair, sadness, fear, etc.
* Suppressed memories arise

Easing Your Way Through the Healing Crisis:

* Water?Drink plenty of fresh water (especially water), juices, and herbal teas to flush the body of toxins. Some professionals recommend distilled water as the best. Drink from 2 to 4 quarts (liters) per day. This will help flush the toxins out of your system and speed along the detoxification.
* Rest?If you are feeling fatigued, or sleepy, your body is talking to you, and telling you to rest. Be kind to yourself, and get the rest that you need.
* Avoid Constipation?Symptoms frequently disappear immediately after a good bowel movement, use dietary fiber supplement or use an enema to provide relief.
* Relaxation: For other symptoms, meditation, EFT, acupuncture or a good massage might be helpful to speed up the healing process, and reduce the discomfort.
* Exercise Lightly: yoga, deep breathing, walking
* Sea Salt Foot Bath: fill a pail (about the height from you feet to your kneels) of warm water (about 38 degrees Celsius), dissolve one bowl of sea salt or Himalaya Crystal Salt (don’t use table salt). Place both feet into the pail (water level should be up the kneels) and soak for 30 minutes. Do it everyday for 2 weeks followed by once in 2~3 days.
* Reduce Dosage: On rare occasions, a reduction of the dosage or temporary cessation may be required.

Important: Always ensure your health by having a thorough medical check up, don’t assume that if you have any of the above symptoms that you are in a healing crisis: you may not be in a healing process, you may have a medical health problem.

You can investigate about everything yourself, but before you start with a treatment, a cleansing, fasting or whatever, you should consult a health professional.

Source:

http://www.nutrimaxorganic.com

Mama Selma

Nama saya Lathifah Ambarwati, usia 37 tahun dan ibu dari 3 orang putra-putri. Keluhan utama saya sebetulnya ambeien (hihihi..gak elit ya?). Keluhan ini sudah saya alami sejak kehamilan anak kedua disusul langsung dengan kehamilan ketiga. Lalu, saya juga tidak pernah mens secara teratur. Sejak gadis, jarak mentruasi saya antara 44-46 hari. Bahkan seingat saya, jarang sekali saya “hutang puasa” di bulan Ramadhan karena panjangnya jarak menstruasi saya itu.

Keluhan lain, paling-paling telapak tangan kanan saya yang suka kesemutan terutama kalau habis naik motor (kalo setir mobil gak berasa sih). Dugaan saya karena ga pernah pake mouse kalo pake laptop, jadi suka kram.

Alhamdulillah dalam waktu 10 hari saya sudah tidak tersiksa dengan ambeien ini alias kembali normal. Bahkan ketika saya test dengan makan tahu telor (tahu thek2) yang puedes, beso paginya BAB emang banyak (murus) tapi tidak berdarah lagi dan tetap rata!

Kemudian saya bisa mens persis dalam jarak waktu satu bulan! Saya ingat betul, karena saat pertama kali minum tgl 3 Mei 2008 itu kebetulan saya juga sedang mens hari pertama….eh, lha kok pas tgl 3 Juni 2008 kemarin saya mens lagi! Subhnallah….! Kesemutan di tangan kanan masih ada, tapi sudah jauh berkurang.

Secara singkat, saya pertama kali join Melilea pada tgl 29 April 2008 melalui temen saya Pak Faussy (Faustinus Rembranny). Saya kenal beliau kira2 setahun yang lalu di sebuah forum internet marketing. Waktu itu kita tidak sengaja ketemuan lagi di BCA Darmo waktu sama2 antri. Setelah ngobrol ngalor ngidul, saya ditawari Melilea. Caranya sangat membuat saya terkesan karena yang ditonjolkan adalah manfaat produknya yang terbukti luar biasa itu. Saya bahkan dikasih lihat beberapa bukti foto2 yang semakin menguatkan keinginan saya mengikuti jejaknya. Hidup sehat dan mendapatkan income tambahan.

Jadilah saat itu juga menyatakan join, namun beliau saya minta ke rumah juga sorenya untuk memberikan penjelasan ke suami saya. Beginilah kronologis saya bersama Melilea:

29 April 2008 –> Join
30 April 2008 –> Baca2 starter kit dan cari informasi2 tambahan di internet untuk semakin meyakinkan saya bahwa bisnis di bidang kesehatan (wellness) ini akan menjadi tren di masa yang akan dating
1 Mei 2008 –> Mau pesan produk ke Melilea ternyata telpon tidak ada yang angkat. Hhhmmm libur mungkin, karena bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih
2 Mei 2008 –> Akhirnya saya melakukan pembelanjaan pertama saya, berupa: MGFO besar 1 botol, MGFO kecil 4 botol (rencananya mau saya kasih ke sau dara2 yang sedang sakit), dan mini dispenser alias tempat serbuk MGFO mirip bentuk wadah bubuk susu bayi kalau mau bepergian itu lho.
3 Mei 2008 –> Minum MGFO untuk pertama kali alias hari-1, dan sedang mens hari pertama
4 Mei 2008 –> Hari ke-2, siang hari toksin keluar sepanjang 10 cm an

5 Mei 2008 –> Hari ke-3, pagi hari toksin keluar hampir 1,2 meter!! Wwooowww luar biasa, hampir2 ga percaya akhirnya benda jelek itu keluar juga dari tubuh saya ;p

6 Mei 2008 –> Hari ke-4 toksin tidak keluar
7 Mei 2008 –> Hari ke-5 toksin keluar lagi sepanjang 80 cm

7 Mei 2008 –> Hari ke-5 toksin keluar lagi sepanjang 80 cm

9 Mei 2008 –> Hari ke-5 toksin keluar lagi sepanjang 80 cm

Jadi sampai dengan detik ini, total toksin yang keluar adalah hampir 4 meter! Hhhaaahhh???

Yah, dan tidak hanya toksin saya saja yang berhasil keluar. Beberapa masalah kesehatan saya juga berhasil teratasi, antara lain:

1. Mata kiri saya yang tadinya rabun berangsur membaik –> hari ke-4 mata kiri saya terasa nyut2an

2. Wasir yang sudah saya alami selama 3 tahun sejak kehamilan ke-2 juga sudah membaik –> hari ke-7 perut kanan dan kiri seperti ditusuk2. Alhamdulillah dalam waktu 10 hari saya sudah tidak tersiksa dengan ambeien ini alias kembali normal. Bahkan ketika saya test dengan makan tahu telor (tahu thek2) yang puedes, besok paginya BAB emang banyak (murus) tapi tidak berdarah lagi dan tetap rata!

3. Kemudian saya bisa mens persis dalam jarak waktu satu bulan! Saya ingat betul, karena saat pertama kali minum tgl 3 Mei 2008 itu kebetulan saya juga sedang mens hari pertama….eh, lha kok pas tgl 3 Juni 2008 kemarin saya mens lagi! Subhnallah….! –> tapi seminggu sebelumnya, perut saya seperti diremas2, dari bagian tengah sampai ke perut bagian kiri bawah dekat pangkal paha, mungkin daerah rahim sampe indung telur kiri kali ya. Saya jadi ingat, pernah ada kista di indung kanan saya dengan diameter 6cm yang sudah diangkat saat operasi caesar kelahiran anak ke-3 tahun 2006 lalu. Setelah kesakitan selama 3 hari, selang 2 hari kemudian saya pendarahan banyak dan merah tua kehitaman plus banyak gumpalan darah yang tidak seperti biasanya…kali ini agak besar2. Seandainya hal ini terabaikan, mungkin saya mesti operasi kista lagi kali..wallahu a’lam..yang jelas, gaya hidup organic memang menyehatkan. It promotes self healing!

4. Kesemutan di tangan kanan masih ada, tapi sudah jauh berkurang.

Ya, itulah reaksi saya, ternyata Melilea tidak hanya sekedar janji atau klaim kosong belaka, namun benar2 ada faktanya. Tidak salah jika saya langsung memutuskan join waktu itu.

Semoga produk ini juga bermanfaat buat Anda ya!

Toksin

Seri Andang Gunawan, ADN, ND sebagaimana yang dimuat di Majalah NIRMALA Mei 2004 – sebagian kecil tulisan asli dibuang.

Pernahkah Anda mengalami sembelit, demam, flu, kelebihan berat badan, selulit, kadar kolesterol darah berlebihan, lesu kronis, penyakit/gangguan kulit, sindrom pramenstruasi, kehilangan gairah seks, penuaan dini, tumor, penyakit-penyakit degeneratif (hipertensi, stroke, penyakit jantung koroner, diabetes, kadar usam urat berlebihan, dll.), serta penyakit-penyakit infeksi yang tak kunjung sembuh?

Tahukah Anda bahwa akar dari masalah-masalah tersebut adalah karena adanya timbunan ampas (toksin) tubuh Anda?

TOKSIN bukan hanya ampas dari makanan yang kita makan dan makanan-makanan yang tidak tercerna, tetapi juga bisa berasal dari zat makanan aditif, udara tercemar, bahan kimia seperti pestisida, logam berat dalam air minum, residu obat-obatan farmasi, dll. Bahkan pikiran dan emosi negatif juga merupakan racun bagi sel-sel tubuh kita. Semua ampas atau zat yang tidak diperlukan tubuh akan diperlakukan sebagai racun (toksin) atau penyakit.

Ampas atau toksin juga diproduksi secara alamiah oleh tubuh kita sendiri. Ini merupakan proses metabolisme sehingga tidak dapat kita hindari. Setiap hari di dalam tubuh terjadi pembelahan sel-sel baru. Sementara itu sel-sel yang sudah tua akan menjadi aus, mati, dan menjadi ampas.

Dalam kondisi normal, ampas akan dikeluarkan secara teratur setiap hari melalui sistem pembuangan tubuh. Buang air besar setiap hari bukan jaminan bahwa proses pembuangan kita normal. Jika salah satu atau beberapa masalah tersebut merupakan keluhan Anda, berarti pengeluaran ampas dari tubuh Anda belum optimal! Penyakit terjadi apabila proses pembuangan tidak optimal dan toksin mulai merusak jaringan organ-organ vital.

Dalam sejumlah hasil penelitian disebutkan kondisi racun berlebihan (toxicity) erat hubungannya dengan penuaan dini, menyebabkan terjadinya penyakit-penyakit degeneratif (liver, jantung, diabetes, kanker, dll.), dan menurunkan sistem kekebalan tubuh. Karena itu, racun harus dikeluarkan dari dalam tubuh. Caranya, dengan detoksifikasi (detoks).

Konsep Kesehatan ABCD

Internet ternyata benar-benar telah merambah daerah.  Ketika sedang browsing, saya menemukan artikel mengenai kesehatan yang sangat relevan dengan isi blog saya, di www.bojonegoro.co.id

Judul artikel saya sesuaikan dengan isinya supaya lebih berkesan.

Inilah konsep kesehatan terkini yang diyakini akan menjadi tren berikutnya seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Sejatinya konsep ini mengusung 4 metode dasar, yakni: Cleansing, Activating, Balancing dan Defending.

Ketika disingkat akan terbaca CABD, namun agar lebih membuatnya mudah diingat, maka saya singkat menjadi:

Konsep ABCD …

C – Cleansing,

Mengeluarkan semua toksin/ racun yang berbahaya bagi tubuh, yang telah menumpuk di dalam tubuh selama bertahun-tahun.

Dari mana datangnya Toksin /Racun dalam tubuh ? :
Pencemaran Udara yang mengotori darah dan organ tubuh kita sebagai penyebab penyumbatan pembuluh darah (atherosclerosis) dan kerusakan ginjal.
Makanan Cepat Saji (fastfood) yang diolah dengan kimia sintesis untuk pewarna, aroma, pengawet, bumbu penyedap (monosodium glutamat = MSG = vetsin = mecin) sebagai pencetus zat carsinogen pemicu kanker.
Minuman yang mengandung kimia sintesis untuk pengawet, pewarna, perasa, gula bibit / aspartam dan gas karbon dioksida yang dapat merusak lambung, juga air minum berunsur logam seperti Fe, Al, Mn, Hg, kaporit yang dapat merusak ginjal.
Hasil Pertanian / Perkebunan yang pengolahannya menggunakan racun pembasmi hama dan pupuk non organik adalah penyebab inbalance hormone, kerusakan ginjal (cuci darah), sakit kuning (liver), dan pencetus zat carsinogen pemicu kanker.

Kebiasaan Buruk (bad habit), seperti merokok, kecanduan zat addictif, begadang, tidak menjaga kebersihan, makan / minum tidak teratur, terlalu berat berpikir / bekerja, dapat menyebabkan banyak gangguan kesehatan.
Obat-obatan Kimia Sintesis merupakan penyebab timbulnya penyakit baru dan bila dikonsumsi secara berlebihan akan merusak organ-organ tubuh kita (side effect = efek negatif).

Dalam keadaan tertentu racun terus meningkat dalam tubuh kita dan menyebabkan timbulnya berbagai penyakit, sehingga kita harus mengeluarkannya dari dalam tubuh kita.
Pembersihan racun dari dalam tubuh kita dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan bantuan produk-produk alami yang ada di sini.

A – Activating,

Mengaktifkan sel tubuh untuk mengoptimalkan penyerapan nutrisi dalam tubuh.

Dengan meningkatkan pemasukan nutrisi kedalam sel tubuh dan sel darah, membantu regenerasi sel darah merah dan meningkatkan kadar oksigen dalam darah, menghambat proses oksidasi dan menstimulasi regenerasi sel organ tubuh untuk berkerja secara optimal dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit.

B – Balancing,

Mensuplai nutrisi yang seimbang ke dalam tubuh.

Nutrisi yang dibutuhkan dalam tubuh dapat kita penuhi dengan pola makan yang baik yaitu 5 porsi sayur dan buah-buahan. Nutrisi yang seimbang sangat dibutuhkan sel tubuh untuk terus beraktifitas, seperti vitamin, mineral dan zat gizi lain yang dibutuhkan oleh tubuh kita untuk melancarkan, menyeimbangkan sistem hormonal serta keseimbangan asam-basa dalam tubuh.

D-Defending,

Meningkatkan sistem pertahanan tubuh.

Dengan merangsang sel tubuh untuk membentuk antibodi dalam membantu mempertahankan tubuh dari bahaya radikal bebas dan serangan penyakit, juga turut berperan dalam menjaga kesehatan.

Quotation on Detox

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Sumber daripada penyakit adalah perut . Perut adalah gudang penyakit dan berpuasa itu adalah (salah satu) obat. (H.R. Muslim)

Dr. Victoriron, USA:

“Cucilah usus anda supaya anda merasa 20 tahun lebih muda. Jika tiap-tiap orang mengamalkan cuci usus, niscaya 95% klinik akan ditutup karena kekurangan pasien”.

Dr. Norman Walker, Dsc, Phd, USA):

“Cuci usus akan menghilangkan sembelit, rasa lesu, penyakit lemah pencernaan, sakit sendi, sakit pinggang, perut kembung, kencing manis dan lain-ain”.

Sir Arbuthnot Lane, M.D, London:

Saya telah mengalami bahwa banyak kasus pembedahan dapat dielakkan dengan cara mencuci usus, karena 90% dari penyakit manusia di masa kini disebabkan oleh usus yang kotor dan tidak berfungsi dengan normal”.

Mal Nikoff, Pakar Patologi pemenang hadiah Nobel 1908:

“Makanan yang tersumbat dalam sistem perut akan bertukar menjadi bahan buangan yang berbahaya. Ia secara tidak langsung meracuni tubuh kita, lalu mendatangkan penyakit dan mempercepat penuaan”.

Dr. Robert Gray, USA:

“Parasit hidup membiak pada sistem perut yang kotor”.

Dr. Barlev Lenson, Jakarta:

“Memakan makanan yang tidak berpolusi (0% polusi) akan membantu tubuh untuk:

1. Melakukan detoksifikasi (pembuangan racun dari dalam tubuh).

2. Memperkuat sitem imun (kekebalan tubuh).

3. Membentuk pola hidup seimbang.

4. Membantu proses peremajaan sel-sel tubuh, dan menghambat penuaan secara berkesinambungan

Dr. Henry B Beley, USA membuat 4 kesimpulan penting dari 55 tahun pengalaman beliau di bidang kesehatan sbb:

1. Penyebab segala penyakit bukan bakteri, melainkan racun/toksin yang berawal dari keracunan makanan. Toksin/racun ini menyebabkan rusaknya sel tissue sehingga terjangkit bakteri.

2.  Dalam banyak kasus penggunaan obat untuk penyembuhan penyakit adalah berbahaya, efek samping dari obat tersebut dapat membawa maut/kematian.

3. Makanan Organik adalah pilihan terbaik untuk merawat penyakit dan menguatkan tubuh.

4. Naturopati memadukan teori dan praktikal tentang pemahaman melalui pengobatan alami (self healing). Manusia mengalami sakit karena toksin yang terkumpul secara terus menerus di dalam tubuh.

Manfaat Detoks

Seri Andang Gunawan, ADN, ND sebagaimana yang dimuat di Majalah NIRMALA Mei 2004 – sebagian kecil tulisan asli dibuang.

Manfaat detoks bagi tubuh dan kesehatan:
Meremajakan sel-sel sehingga kulit pun menjadi bersih, sehat, kencang, dan lembut.
• Menurunkan kelebihan berat badan.
• Meningkatkan energi.
• Peningkatan indera penciuman, perasa, dan pendengaran.
• Pengeruta tumor (jika ada).
• Peradangan pada kelenjar getah bening hilang.
• Melancarkan peredaran darah dan getah bening.
• Memperbaiki daya ingat.
• Menghilangkan gejala-gejala penyakit seperti alergi, sakit kepala, kembung, dsb.
• Memperbaiki kadar gula darah dan tekanan darah.
• Memperbaiki fungsi liver dan ginjal.
• Meningkatkan daya tahan tubuh.
Ada beberapa metode detoks yang sering dilakukan saat ini. Mulai dari yang alami seperti puasa hingga yang menggunakan suplemen herba atau obat-obatan tertentu.

Program detoks yang baik harus dapat:
• Menormalkan pH (kadar keasaman) pencernaan
• Meringan beban fungsi enzim di pankreas
• Melancarkan kerja empedu dan mencairkan cairan empedu
• Mengurangi lemak dan penyumbatan pada liver
• Membangun flora usus
• Melancarkan pembuangan lendir dan ampas dari dinding usus agar penyerapan zat makanan menjadi lebih baik
• Membuang kotoran yang menyumbat saluran usus (catatan: penyumbatan pada usus dapat mengakibatkan kanker usus)
• Merangsang peristaltik usus agar pembuangan lebih lancar
• Membersihkan darah
• Membersihkan saluran kencing dan memperbaiki keseimbangan cairan tubuh
• Melancarkan peredaran getah bening
• Membuka pori-pori kulit
• Mengeluarkan lendir dari paru-paru serta melancarkan pernapasan

Apa dan Mengapa Detoks?

Seri Andang Gunawan, ADN, ND sebagaimana yang dimuat di Majalah NIRMALA Mei 2004 – sebagian kecil tulisan asli dibuang.

Apa itu detoks?

Detoksifikasi (detoks) adalah proses pengeluaran racun atau zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh. Puasa merupakan salah satu metode efektif detoksifikasi. Pembersihan dan detoks meningkatkan proses alamiah pengeluaran toksin dari dalam tubuh kita. Organ vital yang menjadi target dalam program pembersihan racun yang efektif adalah susu besar (pengeluaran) dan liver (detoksifikasi).

Hampir semua penyakit degeneratif dapat dihubungkan dengan kondisi keracunan dalam saluran usus (intestinal toxemia). Mengapa? Karena setiap jaringan dalam tubuh mendapatkan makanan dari darah, dan darah mendapatkannya dari usus. Setiap zat yang masuk ke dalam tubuh kita akan terserap ke dalam darah melalui dinding-dinding usus. Artinya, toksin yang berada usus juga akan ikut beredar bersama aliran darah sampai ke sel-sel di seluruh penjuru tubuh kita. Toksin-toksin inilah yang menyumbangkan terjadinya berbagai kondisi penyakit kronis, akut, dan degeneratif. Begitu juga menurunnya tingkat energi dan penuaan dini.

Mengapa perlu detoks?

Salah satu penyebab terbesar terjadinya tokxemia pada usus adalah kebiasaan mengkonsumsi makanan yang dimasak secara berlebihan atau diproses, yaitu makanan-makanan yang tidak memiliki enzim lagi. Juga kebiasaan lebih banyak makan makanan pembentuk asam, yaitu protein (hewani), pati, lemak. Terlalu banyak menyantap makanan sumber protein (hewani), pati, dan lemak mengakibatkan tubuh mengalami asidosis, yakni kondisi keasaman darah dan jaringan tubuh berlebihan.
Asidosis dapat menimbulkan peradangan pada berbagai jaringan dalam tubuh, menyebabkan butir-butir darah melekat satu sama lain, atau terbentuknya jejaring serabut-serabut halus (fibrin) dalam darah. Jejaring serabut-serabut ini yang memberi kesan seolah-olah darah menjadi pekat. Serabut-serabut ini mengakibatkan peredaran sel-sel darah terganggu, sehingga pasokan zat makan dan oksigen ke sel-sel jaringan tubuh lainnya terhambat.

Tubuh kita dikaruniai enzim-enzim yang diperlukan oleh berbagai fungsi metabolisme dalam tubuh dalam jumlah terbatas, termasuk proses pencernaan. Tubuh tidak akan menggunakan enzim-enzim ini apabila makanan yang kita makan masih memiliki enzim. Terus-menerus menggunakan enzim tubuh akan menghabiskan energi dan menyebabkan peradangan pada pankreas. Pankreas adalah organ vital yang memproduksi enzim-enzim pencernaan pada usus kecil. Gangguan pada pankreas menyebabkan pencernaan tidak lancar dan tubuh semakin banyak memproduksi ampas.

Usus besar tidak memiliki kemampuan untuk mencerna makanan. Tubuh akan memadatkan makanan yang tidak tercerna ke sepanjang dinding usus halus. Secara alami proses ini akan mengundang pengeluaran lendir dari sistem kekebalan tubuh yang ada pada dinding-dinding usus. Kondisi ini akan mengakibatkan sembelit (sulit buang air besar) dan penyumbatan pada saluran usus besar. Setelah beberapa waktu, kotoran ini akan membusuk dan menghasilkan gas beracun. Gas lebih mudah terserap melalui pori-pori halus pada dinding usus, mengalir dalam darah dan masuk ke sel-sel tubuh dan sewaktu-waktu siap menimbulkan penyakit.

Pembersihan besar-besaran alias detoksifikasi yang dilakukan secara berkala, perlu bagi tubuh kita. Selain untuk mengurangi ampas-ampas beracun dari dalam tubuh, tidak ada organisme pembawa penyakit atau virus yang tahan dalam tubuh yang bersih. Terapi detoks paling tuadan sudah ratusan tahun dilakukan oleh manusia adalah puasa. Dengan pola makan yang lebih sederhana dan alami saja, manusia dahulu sudah mengerti bahwa sekali waktu tubuh perlu detoks. Detoks seharusnya menjadi lebih penting bagi manusia modern dengan pola makan yang cenderung menimbulkan ampas lebih banyak dan penyumbatan-penyumbatan pada sistem tubuh.

Toksin mengakibatkan proses penuaan dan kerusakan lebih cepat pada seluruh sel tubuh. Waktu tidak ada hubungannya dengan penuaan. Penuaan atau proses degenerasi semata-mata adalah karena toksin dan dehidrasi yang kita tabung selama bertahun-tahun.