Seberapa Perlu Makanan Organic?

Kalau ditanya seberapa perlu, sekarang ini saya akan menjawab perlu sekali. Di tengah industri pangan yang makin mengabaikan faktor kesehatan jangka panjang konsumennya, makanan alami seperti jaman dinosaurus nampaknya akan kembali menjadi kebutuhan fitrah manusia.

Untuk itu PBB sejak tahun 1999 sudah mulai kick off campaign Go Organic 2010. Karena bahan pangan organic tidak semata menyangkut kebutuhan manusia saja, tetapi juga merupakan kebutuhan bumi sebagai lahan tumbuhnya. Bahan kimia pada pertanian memberikan sumbangan yang sangat besar terhadap proses global warming.

Industri pertanian saat ini yang dengan dalih kecukupan pangan menjadi semakin mengabaikan kebutuhan bumi untuk diperhatikan dan dilestarikan. Penggunaan pupuk kimia dan pestisida semakin memandulkan kemampuan tanah untuk memberikan kemampuan terbaiknya menghasilkan tanaman yang bernilai gizi tinggi, karena bahan2 kimia tadi bersifat merusak unsur hara tanah.

Akibatnya setiap tanaman (beras, sayur, buah, dll) yang kita konsumsi selalu saja memberi kita bonus bahan kimia dan ikut masuk dalam pencernaan kita. Penumpukan bahan kimia yang terjadi bertahun2 sepanjang umur kita akan makin melemahkan fungsi organ.

Allah SWT menciptakan manusia lengkap dengan mesin super canggih. Tapi kecanggihan mesin (organ) itu bisa saja menjadi lemah karena ulah dan ketidaktahuan manusianya sendiri.

Karena itu sekarang ini marak yang namanya penyakit2 akibat pola makan dan gaya hidup yang kurang sehat. Sebut saja misalnya: Kolesterol, diabetes melitus, liver, kanker, hipertensi, jantung koroner, stroke, dll.

Semua penyakit di atas tidak menular, tapi akan menular secara turunan jika orang tua menurunkan pla makan dan kebiasaan gaya hidup yang salah itu kepada anak2nya.

Mengenai masih mahalnya bahan pangan organik hal ini bisa dipahami karena lamanya masa tanam/produksi membuat pangan organik kurang memiliki daya saing secara ekonomi dengan bahan pangan hasil penanaman konvensional.

Mengenai istilah penanaman konvensional ini juga terjadi salah kaprah. Sejatinya istilah penanaman konvensional harusnya melekat pada penanaman organik, sedangkan penanaman masa kini dengan aneka bahan kimia tambahan tidak berhak menyandang predikat tsb. Harusnya pemerintah dengan tegas menggolongkan penanaman berbahan kimia tersebut dengan penanaman GMO (genetically modified organism).

Tapi percayalah, manfaat bahan pangan organic jauh lebih baik dibanding yang sekarang kita konsumsi. Karena organik selain mempunyai nilai nutrisi yang tinggi juga berfungsi untuk detoksifikasi dan regenerasi sel yang tentunya tidak dimiliki oleh bahan pangan biasa.

(Artikel2 menarik lainnya bisa anda dapatkan dengan bergabung pada grup ORGANIC LIFESTYLE di Facebook)

Dokter Kepresidenan RI

 

Alhamdulillah, saya bersyukur karena telah memilih bisnis yang tepat, di mana selain poduk yang luar biasa manfaatnya dan sedang menjadi trend dunia juga system bonus dan the man behind scene yang berintegritas tinggi.

Ketika Grand Rally, hari Minggu 3 Agustus 2008 lalu di JITEC, Mangga Dua Square, Jakarta, nama dokter Mardjo beberapa kali disapa dan dipanggil ke atas pentas diminta untuk menyematkan beberapa penghargaan kepada para Crown Star Director yang telah memberikan beberapa Motivation Speech. Saya sempat bertanya-tanya, siapakah kiranya beliau ini? mengapa wajahnya begitu familiar? tapi saya tidak mampu mengingatnya saat itu dengan lebih jauh karena tenggelam dengan kemeriahan acara. Saya pun tidak sempat ambil fotonya karena keterbatasan lokasi duduk.

Sesampai di rumah, saya pun googling dengan keyword “dr marjo mardjo”, dan voilaaa… ternyata beliau bernama lengkap dr. Mardjo Soebiandono Sp.B, seorang specialist bedah yang juga merupakan Ketua Tim Dokter Kepesidenan RI yang sempat sering muncul di infotainment saat mantan presiden kita, Pak Harto sakit hingga meninggal dunia. Fotonya pun cocok! Di Melilea, beliau duduk sebagai Komisaris.

Di foto ini, beliau duduk di kanan depan, bersama sang istri tercinta.

Toksin Anakku

Seperti yang sudah saya tulis di artikel-artikel sebelumnya, bahwa selama beras/sayur/buah yang kita konsumsi penanamannya masih menggunakan pupuk anorganik (kimiawi) dan menggunakan pestisida sebagai media pembasmi hama; adanya kandungan zat-zat additif seperti pengawet, pemanis buatan, pewarna dll pada makanan/minuman kita serta berbagai polusi yang kita hirup entah itu dari asap kendaraan bermotor, asap rokok asap pabrik, dll, maka selama itu pulalah tubuh kita akan terpapar oleh resiko penumpukan residu zat-zat kimiawi tersebut di atas.

Tidak hanya terjadi pada kita orang dewasa, namun hal ini juga dapat terjadi pada anak-anak. Heran? tentu saja hal ini sangat mungkin terjadi. Coba kita bayangkan menu makanan dan jajanan anak-anak jaman sekarang. Mereka mengkonsumsi bakso, sosis, aneka snack dan minuman “ajaib” seperti yang sering kita lihat di TV.

Anak saya juga demikian adanya. Kebetulan beras yang kami konsumsi belum beras organic, paling2 kalau makan di KFC saja yang sudah menggunakan beras organic, lalu anak saya suka sosis, dan tentunya aneka snack yang walaupun sudah kita pilih dengan sangat hati2, tetap saja mengandung zat additif. Namun sekarang saya sudah lega karena sudah ada Melilea yang bisa membantu meluruhkan semua residu tersebut.

Sejak mengkonsumsi Melilea Greenfield Organic, saya juga membiasakan seluruh anggota keluarga saya untuk juga mengkonsumsinya. Misal:

  • Suami, minimal 2x sehari, paling suka dicampur dengan Henry Apple Juice Organic. 5 hari setelah konsumsi livernya merespon dengan rasa sakit yang hebat selama 5 hari. Tapi setelahnya, suami mengaku badannya makin fit. Kebetulan waktu SMP suami sudah kena livernya, dan kedua mertua saya meninggalnya karena kanker hati (sirosis).
  • Saya, sama, mengkonsumsi minimal 2x sehari karena sudah dalam masa post-fasting. Oh ya, diusahakan dalam sebulan kita melakukan organic-fasting selama 3-7 hari saja secara berturut2 (puasa organic, sebagaimana yang dimaksudkan untuk program detoks). Saya paling suka mencampurnya dengan Melilea Soya alias susu kedelai Melilea, karena menurut saya bisa mengenyangkan…hehehe.
  • Selma, 8 tahun, saya berikan sehari sekali tiap pagi waktu mau mandi. Paling suka dicampur Henry Apple Juice Organic. Dosisnya hanya 150cc air, jadi separuh porsi orang dewasa.
  • Salman 3 tahun, Saddam 2 tahun. Susunya pakai Melilea Soya tapi saya tambahkan dengan kira-kira 1/3 sendok teh Melilea GreenField Organic di setiap sajiannya. Jadi, kebiasaan saya dalam menyediakan susu untuk anak saya adalah dengan menyiapkan bubuk susunya plus saya tambahkan Melilea Greenfield Organic di dalam wadah khusus yang ada partisi-partisinya utk siap buat sekali porsi. Jadi praktis, bisa langsung bikin ketika dibutuhkan.

Nah, hasilnya….. taraaa!!!! inilah foto tosi anak saya yang terkecil, si Saddam. Lihat, beda banget kan antara toksin dan feces? kalo toksin bentuknya memanjang karena memang ia adalah endapan/residu racun-racun yang nempel di sepanjang usus. Sementara feces bentuknya, yaaa gitu deh ;p karena memang ia adalah sisa-sisa saripati makanan yang telah diolah, dan diserap oleh usus.

Tabel Respon Tubuh

Setelah bertahun-tahun tubuh terkontaminasi aneka pencemaran yang berasal dari makanan, kualitas udara, asap rokok dll, sudah sepatutnya kita melakukan detoksifikasi. Program detoksifikasi awal yang lengkap sebaiknya berlangsung selama sebulan penuh.

Nah, ketika toksin telah keluar di minggu-minggu pertama, maka akan mulai timbul berbagai respon tubuh akibat semakin optimalnya kerja ginjal dan liver sebagai organ penyaringan racun. Setiap progam detoks pasti akan mengalami yang namanya HEALING CRISIS yang biasanya disertai oleh “rasa tidak nyaman/sakit” di bagian tertentu ketika sebagian/seluruh racun telah berhasil dikeluarkan, sebagaimana halnya yang dirasakan oleh para pecandu Narkoba ketika didetoks. Agar tidak terjadi kepanikan, berikut ini saya tampilkan TABEL REAKSI yang dapat dijadikan acuan. Selamat mencoba!

Apa & Mengapa Detoks?

Apa itu detoks?

Detoksifikasi (detoks) adalah proses pengeluaran racun atau zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh. Puasa merupakan salah satu metode efektif detoksifikasi. Pembersihan dan detoks meningkatkan proses alamiah pengeluaran toksin dari dalam tubuh kita. Organ vital yang menjadi target dalam program pembersihan racun yang efektif adalah usus besar (pengeluaran) dan liver (detoksifikasi).

Hampir semua penyakit degeneratif dapat dihubungkan dengan kondisi keracunan dalam saluran usus (intestinal toxemia). Mengapa? Karena setiap jaringan dalam tubuh mendapatkan makanan dari darah, dan darah mendapatkannya dari usus. Setiap zat yang masuk ke dalam tubuh kita akan terserap ke dalam darah melalui dinding-dinding usus. Artinya, toksin yang berada usus juga akan ikut beredar bersama aliran darah sampai ke sel-sel di seluruh penjuru tubuh kita. Toksin-toksin inilah yang menyumbangkan terjadinya berbagai kondisi penyakit kronis, akut, dan degeneratif. Begitu juga menurunnya tingkat energi dan penuaan dini.

Mengapa perlu detoks?

Salah satu penyebab terbesar terjadinya tokxemia pada usus adalah kebiasaan mengkonsumsi makanan yang dimasak secara berlebihan atau diproses, yaitu makanan-makanan yang tidak memiliki enzim lagi. Juga kebiasaan lebih banyak makan makanan pembentuk asam, yaitu protein (hewani), pati, lemak. Terlalu banyak menyantap makanan sumber protein (hewani), pati, dan lemak mengakibatkan tubuh mengalami asidosis, yakni kondisi keasaman darah dan jaringan tubuh berlebihan.
Asidosis dapat menimbulkan peradangan pada berbagai jaringan dalam tubuh, menyebabkan butir-butir darah melekat satu sama lain, atau terbentuknya jejaring serabut-serabut halus (fibrin) dalam darah. Jejaring serabut-serabut ini yang memberi kesan seolah-olah darah menjadi pekat. Serabut-serabut ini mengakibatkan peredaran sel-sel darah terganggu, sehingga pasokan zat makan dan oksigen ke sel-sel jaringan tubuh lainnya terhambat.

Tubuh kita dikaruniai enzim-enzim yang diperlukan oleh berbagai fungsi metabolisme dalam tubuh dalam jumlah terbatas, termasuk proses pencernaan. Tubuh tidak akan menggunakan enzim-enzim ini apabila makanan yang kita makan masih memiliki enzim. Terus-menerus menggunakan enzim tubuh akan menghabiskan energi dan menyebabkan peradangan pada pankreas. Pankreas adalah organ vital yang memproduksi enzim-enzim pencernaan pada usus kecil. Gangguan pada pankreas menyebabkan pencernaan tidak lancar dan tubuh semakin banyak memproduksi ampas.

Usus besar tidak memiliki kemampuan untuk mencerna makanan. Tubuh akan memadatkan makanan yang tidak tercerna ke sepanjang dinding usus halus. Secara alami proses ini akan mengundang pengeluaran lendir dari sistem kekebalan tubuh yang ada pada dinding-dinding usus. Kondisi ini akan mengakibatkan sembelit (sulit buang air besar) dan penyumbatan pada saluran usus besar. Setelah beberapa waktu, kotoran ini akan membusuk dan menghasilkan gas beracun. Gas lebih mudah terserap melalui pori-pori halus pada dinding usus, mengalir dalam darah dan masuk ke sel-sel tubuh dan sewaktu-waktu siap menimbulkan penyakit.

Pembersihan besar-besaran alias detoksifikasi yang dilakukan secara berkala, perlu bagi tubuh kita. Selain untuk mengurangi ampas-ampas beracun dari dalam tubuh, tidak ada organisme pembawa penyakit atau virus yang tahan dalam tubuh yang bersih. Terapi detoks paling tuadan sudah ratusan tahun dilakukan oleh manusia adalah puasa. Dengan pola makan yang lebih sederhana dan alami saja, manusia dahulu sudah mengerti bahwa sekali waktu tubuh perlu detoks. Detoks seharusnya menjadi lebih penting bagi manusia modern dengan pola makan yang cenderung menimbulkan ampas lebih banyak dan penyumbatan-penyumbatan pada sistem tubuh.

Toksin mengakibatkan proses penuaan dan kerusakan lebih cepat pada seluruh sel tubuh. Waktu tidak ada hubungannya dengan penuaan. Penuaan atau proses degenerasi semata-mata adalah karena toksin dan dehidrasi yang kita tabung selama bertahun-tahun.

Sumber: Majalah Kesehatan Nirmala

Reaksi Pemulihan

Berdasarkan teori “Pengobatan Alami”, jika anda mengkonsumsi Melilea Greenfield Organic sampai tahap tertentu dimana fungsi organ tubuh mulai pulih kembali. Tubuh akan mengalami 4 (empat) tahap “Reaksi Pemulihan”.

1. Reaksi Awal.
Setelah mengkonsumsi Melilea Greenfield Organic, proses detoksifikasi dan pembersihan organ dalam akan berlaku. Metabolisme tubuh menjadi aktif dan reaksinya sbb:

a. Kontrol emosi meningkat
b. Sistem Imuniti bertambah kuat
c. Tidak merasa letih
d. Raut muka menjadi ceria
e. Kulit menjadi berseri-seri
f. Nafsu syahwat meningkat
g. Dalam jangka pendek akan terasa pening karena kontrol emosi meningkat sehingga kurang tidur.

2. Masa Proses Detoksifikasi

Melilea Greenfield Organic akan menjadikan:
a. Metabolisme tubuh anda akan meningkat
b. Toksin keluar dari tubuh
c. Tubuh menjadi alkali karena asidnya dikurangkan
d. Anda kerap buang air besar dan warna tinjanya bertambah gelap
e. Sebagian anda akan mengalami gatal-gatal pada muka, dahak bertambah banyak, batuk, rasa marah sedikit meningkat, sakit tekak, hilang suara dan influenza.

3. Masa sakit-sakit Sementara
Semasa proses detoksifikasi dimana tubuh sedang mengalami proses pemulihan, anda akan mengalami sakit-sakit. Jika anda pernah mengalami sakit, ia akan bertambah, itu pertanda baik dan ia akan hilang dalam waktu singkat.

4. Masa Keletihan ketika Pertumbuhan Kembali Sel-Sel
Sel tubuh akan tumbuh kembali dan emosi anda mungkin akan tidak stabil pada waktu ini. Reaksi dari proses detoksifikasi sedang berlangsung dan itu dapat menyebabkan keletihan tetapi tidak akan berlangsung lama.

Setelah mengalami 4 (empat) tahap tersebut, fungsi tubuh menjadi aktif kembali. Anda akan merasa lebih bertenaga, kulit jadi lembut dan berseri-seri, bintik hitam dan bintik orang tua lenyap, dan wajah anda menjadi lebih menarik.
Ingat ! Itu semua BUKAN EFEK SAMPING
Tetapi “REAKSI PEMULIHAN”

Penemuan Terbaru tentang Kanker Hati

 

Jangan Tidur Larut Malam

Para dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati (SGOT,SGPT), tetapi ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm!

 

Selama ini hampir semua orang sangat bergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati (Liver Function Index). Mereka menganggap bila pemeriksaan menunjukkan hasil index yang normal berarti semua OK.

Kesalahpahaman macam ini ternyata juga dilakukan oleh banyak dokter spesialis. Benar-benar mengejutkan, para dokter yang seharusnya memberikan pengetahuan yang benar pada masyarakat umum, ternyata memiliki pengetahuan yang tidak benar. Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar.

 

Tidak ada jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin, demikian kata dokter Hsu Chin Chuan.

 

Tetapi ironisnya,ternyata dokter yang menangani kanker hati juga bisa memiliki pandangan yang salah, bahkan menyesatkan masyarakat, inilah penyebab terbesar kenapa kanker hati sulit untuk disembuhkan.

 

Penyebab utama kerusakan hati adalah :

 

1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama

2. Pola makan yang terlalu berlebihan.

3. Tidak makan pagi.

4. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.

5. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna,pemanis buatan.

6. Minyak goreng yang tidak sehat! Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng saat menggoreng makanan hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil.

Jangan mengkonsumsi makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit.

7. Mengkonsumsi masakan mentah (sangat matang) juga menambah beban hati. Sayur mayur  dimakan mentah atau dimasakmatang 3/ 5 bagian. Sayur yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.

 

 

Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gayahidup dan pola makanan sehari-hari.

Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan jadwalnya

 

Sebab:

 

Malam hari pk 9 – 11:

adalah waktu pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun (de-toxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana

tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negative bagi kesehatan.

 

Malam hari pk 11 – dini Hari pk 1:

adalah saat proses de-toxin (pembersihan) di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.

 

Dini hari pk 1 – 3:

Adalah waktu proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur.

 

Dini hari pk 3 – 5:

Adalah saat de-toxin (pembersihan) di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai

saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak

merintangi proses pembuangan kotoran.

 

Pagi pk 5 – 7:

Adalah saat de-toxin (pembersihan) di bagian usus besar, saatnya buang air di kamar mandi.

 

Pagi pk 7 – 9:

Adalah waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil,harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 6:30. Makan pagi sebelum pk 7:30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini,

bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak makan sama sekali.

 

Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang

belakang untuk memproduksi darah

 

Sebab itu, tidurlah yang nyenyak dan jangan begadang!!!!

 

Ingat lagunya Bang Haji Rhoma Irama : “begadang jangan begadang…. !”

 

(Sumber: Milis Femina)