Puasa Ramadhan Sehat dengan Organic

Puasa dari Sudut Pandang Kesehatan

Dalam satu periode tertentu, tubuh kita membutuhkan masa untuk melakukan proses pembersihan agar seluruh organ?organ tubuh dapat bekerja dengan lebih maksimal dan menyingkirkan bahan?bahan berbahaya yang tanpa sengaja masuk ke dalam tubuh baik melalui udara, makanan maupun minuman.
Proses pembersihan ini disebut dengan detoksifikasi. Puasa merupakan satu proses detoksifikasi alami.Dengan melakukan puasa, tubuh akan mampu bekerja dengan maksimal.
Setiap agama mengamalkan Puasa dengan cara dan filosofi masing?masing. Umat Muslim khususnya mewajibkan umatnya untuk melakukan puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan dalam setiap tahunnya.

Puasa di Bulan Ramadhan

Agar dapat menunaikan ibadah Puasa di bulan Ramadhan dengan sempurna, tentu saja dibutuhkan tubuh yang fit dan sehat. Sahur dan Berbuka Puasa memiliki peranan penting agar tubuh kita tidak lesu, lemah dan kurang energi. Jenis makanan yang tepat semasa Sahur dan berbuka puasa sangat membantu kelancaran dalam menunaikan Ibadah Puasa. Menurut hasi penelitian, selama berpuasa, kadar glukosa di dalam darah akan menurun, demikian juga dengan tekanan darah, kandungan lemak dan berat badan.
Untuk itulah, dibutuhkan puasa dengan benar agar jangan sampai mengganggu kesehatan tubuh kita.

Puasa dengan MELILEA Greenfield Organic

Beberapa hal yang perlu di perhatikan selama Berpuasa :

1. Melakukan Sahur
Terkadang dikarenakan berbagai alasan, orang lebih mengutamakan Tidur dibandingkan Sahur. Hal ini tentulah sangat tidak tepat, karena Sahur adalah kesempatan pertama kita mengkonsumsi makanan sebelum memasuki waktu puasa. Hasil penelitian memaparkan, dengan melakukan sahur, tubuh akan mendapat asupan tenaga dan nutrisi yang sangat dibutuhkan agar terhindar dari sakit yang diakibatkan oleh kelelahan dan kelaparan. Dengan sahur, kita dapat menjaga kestabilan metabolisme tubuh.

2. Makanan Pengganti
Setiap harinya tubuh membutuhkan paling tidak 40 jenis nutrisi yang berbeda untuk menjaga vitalitas.Selama menjalankan puasa, rata?rata orang makan 2 kali sehari yaitu pada waktu sahur dan buka puasa.Sehingga jika menu makanan yang tidak lengkap dapat mengakibatkan tubuh kekurangan nutrisi. Untuk itu, mengkonsumsi makanan pengganti yang kaya nutrisi sangat membantu mencukupi kebutuhan akan nutrisi.

3. Cara memasak dan penggunaan lemak terutamanya lemak jenuh
Mengkonsumsi makanan jenis gorengan atau bersantan tidaklah sehat, terutama pada saat berpuasa. Karena jenis makanan gorengan maupun santan akan sangat memberatkan system pencernaan, menyebabkan rasa tidak nyaman dan kembung disertai nyeri di bagian perut (heath burn), belum lagi peningkatan berat badan. Selain itu, sangat di anjurkan untuk menghindari konsumsi lemak hewani secara berlebihan seperti mentega dan keju.

4. Banyak mengkomsumsi buah?buahan dan sayuran segar
Buah?buahan dan sayuran segar sangat membantu daya tahan tubuh terhadap penyakit. Hal ini disebabkan, buah?buahan dan Sayuran memiliki sumber berbagai macam vitamin, mineral,phytonutrient dan juga rendah kalori.

5. Banyak mengkomsumsi makanan yang mengandung serat (fiber)

Disebabkan oleh puasa dalam jangka waktu yang panjang, sangat direkomendasikan untuk mengkomsumsi makanan yang lambat dicerna seperti makanan yang kaya akan serat. Makanan yang dicerna secara perlahan dapat bertahan selama 8 jam, sedangkan jenis makanan yang mudah dicerna hanya dapat bertahan selama 3-4 jam saja.

Jenis makanan yang cepat dicerna adalah makanan yang mengandung gula atau jenis simple carbohydrate seperti nasi (mempunyai indeks glikemik >100% –> cepat diubah menjadi gula/pemicu cepat insulin). Jenis makanan ini sangat cepat di cerna di dalam system pencernaan , sehingga sehabis makan, rasa lapar akan dengan mudah menyerang kembali. Tidak heran jika banyak orang puasa sebulan penuh tapi berat badan naik.

6. Minum air yang cukup

Manusia dapat bertahan hidup berhari?hari tanpa makanan, namun, sistem tubuh manusia akan melemah jika tidak mendapatkan asupan air yang cukup. Oleh karena itu, mengkonsumsi air yang cukup sebelum memasuki masa puasa dan setelah puasa sangat membantu untuk menstabilkan energi tubuh. Hindari minuman manis seperti kordial juga semua jenis minuman berkafein. Kafein akan memberikan rangsangan kebagian perut sehingga dapat meningkatkan asam hidrolik dan menyebabkan serangan maag.

7. Kurangi konsumsi makanan asin

Jumlah garam yang berlebihan di dalam makanan akan menyebabkan kita mudah haus disaat berpuasa. Rasa haus ini juga akan membuat tubuh melemah dan tidak bertenaga.

8. Berbuka puasa dengan benar

Setelah menjalankan puasa seharian penuh, tubuh akan terasa letih dan tidak bertenaga. Hal ini menyebabkan sebagian orang akan langsung mengkomsumsi makanan lengkap, tepat pada saat berbuka puasa. Makanan yang dikonsumsi secara berlebihan dari yang dibutuhkan akan berakibat pada penumpukan lemak. Untuk menghindarinya, sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang mudah dicerna oleh usus (tapi tidak cepat diubah jadi gula), mengandung serat dan dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.

Selepas seharian berpuasa, badan akan merasa keletihan dan tidak bertenaga. Kebanyakan orang akan berbuka dengan berbagai jajajan yang beraneka jenis dan rasa. Makanan yang dimakan dengan kadar (gula) berlebihan daripada yang diperlukan akan menyebabkan kelebihan bahan yang disimpan sebagai lemak. Ketika berbuka, sebaiknya makan makanan yang mudah dicerna oleh usus (tapi tidak cepat diubah jadi gula), mengandung serat dan dalam kadar yang sedikit. Makanan ini bertujuan untuk membantu kerja usus dan mempermudah sistem pembuangan.

MELILEA Greenfield Organic
Kaya akan kandungan serat seperti biji?bijian, buah?buahan dan sayur-sayuran. Greenfield Organic sangat kaya akan vitamin, mineral dan phytonutrient, sehingga Greenfield Organic akan menjadi makanan yang sangat tepat pada saat melakukan ibadah puasa.

Dengan mengkonsumsi Greenfield Organic di saat buka puasa, akan menghindari orang untuk mengkonsumsi makanan yang terlalu berlebih pada saat makan malam. Dengan memadukan Greenfield Organic bersama MELILEA Organic Soya Drink dan MELILEA Organic Henry Instant Drink Mix, maka segala kebutuhan akan vitamin, mineral dan nutrisi-nutrisi lainnya akan terpenuhi secara lengkap.
Tips Puasa dengan MELILEA Greenfield Organic

HARI KE-1
1 jam sebelum Sahur
MELILEA Greenfield Organic (1?2 scoop)
Konsumsi Air Putih minimal 2 gelas sebelum memasuki waktu makan sahur (@200 ml).
Sahur :
o 1 mangkok sereal gandum
o 1 Gelas MELILEA Soya Bean Powder
o 2 Potong Roti (terbaik jika roti gandum)
o 1 buah apel hijau
Buka Puasa :
3 – 4 buah kurma
1 gelas Henry Organic Apple Orchard (2–3 scoop, sesuai selera) dicampur dengan MELILEA Greenfield Organic (1?2 scoop) dikocok/shake 5x saja dengan kuat, langsung diminum.

Makan Malam :
Steam Ikan dengan sayuran
Sup macaroni
Nasi putih (sedikit saja, perbanyak buah/sayur)
1 buah pisang

HARI KE-2
1 jam sebelum Sahur
1 gelas Henry Organic Apple Orchard (2–3 scoop, sesuai selera) dicampur dengan MELILEA Greenfield Organic (1?2 scoop) dikocok/shake 5x saja dengan kuat, langsung diminum.
Konsumsi Air Putih minimal 2 gelas sebelum memasuki waktu makan sahur (@200 ml).

Sahur:
1 mangkok bubur kacang hijau
1 Gelas MELILEA Soya Bean Powder
1 buah Pir

Buka Puasa :
2 potong kue manis
1 gelas Henry Organic Apple Orchard (2–3 scoop, sesuai selera) dicampur dengan MELILEA Greenfield Organic (1?2 scoop) dikocok/shake 5x saja dengan kuat, langsung diminum.

Makan Malam :
Sepotong Daging Sapi Panggang
Sup Kentang
Nasi putih (sedikit saja, perbanyak buah/sayur)
Sepotong Melon

Catatan :
Menu di atas adalah SARAN. Silakan diteruskan pola di atas untuk hari-hari selanjutnya. Harap sesuaikan dengan kondisi fisik (misalnya untuk penderita gagal ginjal yang dilarang untuk mengkonsumsi air putih banyak-banyak)
Menu di atas dapat diganti sesuai selera.

Seberapa Perlu Makanan Organic?

Kalau ditanya seberapa perlu, sekarang ini saya akan menjawab perlu sekali. Di tengah industri pangan yang makin mengabaikan faktor kesehatan jangka panjang konsumennya, makanan alami seperti jaman dinosaurus nampaknya akan kembali menjadi kebutuhan fitrah manusia.

Untuk itu PBB sejak tahun 1999 sudah mulai kick off campaign Go Organic 2010. Karena bahan pangan organic tidak semata menyangkut kebutuhan manusia saja, tetapi juga merupakan kebutuhan bumi sebagai lahan tumbuhnya. Bahan kimia pada pertanian memberikan sumbangan yang sangat besar terhadap proses global warming.

Industri pertanian saat ini yang dengan dalih kecukupan pangan menjadi semakin mengabaikan kebutuhan bumi untuk diperhatikan dan dilestarikan. Penggunaan pupuk kimia dan pestisida semakin memandulkan kemampuan tanah untuk memberikan kemampuan terbaiknya menghasilkan tanaman yang bernilai gizi tinggi, karena bahan2 kimia tadi bersifat merusak unsur hara tanah.

Akibatnya setiap tanaman (beras, sayur, buah, dll) yang kita konsumsi selalu saja memberi kita bonus bahan kimia dan ikut masuk dalam pencernaan kita. Penumpukan bahan kimia yang terjadi bertahun2 sepanjang umur kita akan makin melemahkan fungsi organ.

Allah SWT menciptakan manusia lengkap dengan mesin super canggih. Tapi kecanggihan mesin (organ) itu bisa saja menjadi lemah karena ulah dan ketidaktahuan manusianya sendiri.

Karena itu sekarang ini marak yang namanya penyakit2 akibat pola makan dan gaya hidup yang kurang sehat. Sebut saja misalnya: Kolesterol, diabetes melitus, liver, kanker, hipertensi, jantung koroner, stroke, dll.

Semua penyakit di atas tidak menular, tapi akan menular secara turunan jika orang tua menurunkan pla makan dan kebiasaan gaya hidup yang salah itu kepada anak2nya.

Mengenai masih mahalnya bahan pangan organik hal ini bisa dipahami karena lamanya masa tanam/produksi membuat pangan organik kurang memiliki daya saing secara ekonomi dengan bahan pangan hasil penanaman konvensional.

Mengenai istilah penanaman konvensional ini juga terjadi salah kaprah. Sejatinya istilah penanaman konvensional harusnya melekat pada penanaman organik, sedangkan penanaman masa kini dengan aneka bahan kimia tambahan tidak berhak menyandang predikat tsb. Harusnya pemerintah dengan tegas menggolongkan penanaman berbahan kimia tersebut dengan penanaman GMO (genetically modified organism).

Tapi percayalah, manfaat bahan pangan organic jauh lebih baik dibanding yang sekarang kita konsumsi. Karena organik selain mempunyai nilai nutrisi yang tinggi juga berfungsi untuk detoksifikasi dan regenerasi sel yang tentunya tidak dimiliki oleh bahan pangan biasa.

(Artikel2 menarik lainnya bisa anda dapatkan dengan bergabung pada grup ORGANIC LIFESTYLE di Facebook)

HEALING CRISIS

When the body has enough energy to deal with the accumulated problems, toxins and wastes in the body, it will take steps to eliminate them (first by detoxification followed by rebuilding). And these steps manifest themselves as if the body’s condition is getting worse, but it’s a blessing in disguise, so don’t quit…

Healing crisis occurs when the body tries to eliminate toxins at a faster rate than they can be properly disposed of. The more toxic one’s bodily systems are, the more severe the detoxification, or healing crisis. It is characterized by a temporary increase in symptoms during the cleansing or detox process which may be mild or severe. You may feel worse and therefore conclude that the treatment is not working. But these reactions are instead signs that the treatment is working and that your body is going through the process of cleaning itself of impurities, toxins and imbalances.

Such reactions are temporary and can occur immediately — or within several days, or even several weeks, of a detox.

Symptoms usually pass within 1-3 days, but on rare occasions can last several weeks. If you are suffering from a major illness, the symptoms you experience during the healing crisis may be identical to the disease itself.

Sometimes discomfort during the healing crisis is of greater intensity than when you were developing the chronic disease. This may explain why there may be a brief flare-up in one’s condition. Often the crisis will come after you feel your very best.

Most people feel somewhat ill during the first few days of a cleanse because it is at that point that your body dumps toxins into the blood stream for elimination. With a more serious condition there may be many small crises to go through before the final one is possible. In any case, a cleansing & purifying process is underway, and stored wastes are in a free-flowing state.

Cause:

The healing crisis is the result of every body-system, in concert, working to eliminate waste products through all elimination channels and set the stage for regeneration. The end result: old tissues are replaced with new.

When any treatment or cleansing program causes a large scale die-off of bacteria, a significant amount of endotoxins (toxins within the bacteria itself) are released into the body. The more bacteria present, and the stronger their endotoxins, the stronger the cleansing reaction. When any treatment or detox causes the organs of the body (particularly the liver, which is a storehouse of drug and poison residues) to release their stored poisons and toxins, a cleansing reaction may occur.

Any program, such as fasting, which causes a rapid breakdown of fat cells (which are a storehouse for toxins), can cause a healing crisis as toxins previously lodged in the fat cells are released into the blood stream.

Symptoms:

The healing crisis will usually bring about past conditions in whatever order the body is capable of handling at that time. People often forget the diseases or injuries they have had in the past, but are usually reminded during the crisis. There are a wide variety of reactions that may manifest during a healing crisis, the most common are:

* Aches, Pains
* Anxiety
* Arthritic flair up
* Cough, cold or flu-like symptoms
* Constipation
* Cramps
* Diarrhea
* Drop in blood pressure
* Extreme fatigue and/or its opposite, restlessness
* Fever (usually low grade) and/or chills
* Frequent urination and/or urinary tract discharges
* Headache (believed to be caused by buildup of toxins in the blood)
* Increased joint or muscle pain
* Insomnia
* Mood swings
* Nausea
* New phobias develop
* Sinus congestion
* Skin eruptions, including: boils, hives, and rashes.
* Strong emotions: anger, despair, sadness, fear, etc.
* Suppressed memories arise

Easing Your Way Through the Healing Crisis:

* Water?Drink plenty of fresh water (especially water), juices, and herbal teas to flush the body of toxins. Some professionals recommend distilled water as the best. Drink from 2 to 4 quarts (liters) per day. This will help flush the toxins out of your system and speed along the detoxification.
* Rest?If you are feeling fatigued, or sleepy, your body is talking to you, and telling you to rest. Be kind to yourself, and get the rest that you need.
* Avoid Constipation?Symptoms frequently disappear immediately after a good bowel movement, use dietary fiber supplement or use an enema to provide relief.
* Relaxation: For other symptoms, meditation, EFT, acupuncture or a good massage might be helpful to speed up the healing process, and reduce the discomfort.
* Exercise Lightly: yoga, deep breathing, walking
* Sea Salt Foot Bath: fill a pail (about the height from you feet to your kneels) of warm water (about 38 degrees Celsius), dissolve one bowl of sea salt or Himalaya Crystal Salt (don’t use table salt). Place both feet into the pail (water level should be up the kneels) and soak for 30 minutes. Do it everyday for 2 weeks followed by once in 2~3 days.
* Reduce Dosage: On rare occasions, a reduction of the dosage or temporary cessation may be required.

Important: Always ensure your health by having a thorough medical check up, don’t assume that if you have any of the above symptoms that you are in a healing crisis: you may not be in a healing process, you may have a medical health problem.

You can investigate about everything yourself, but before you start with a treatment, a cleansing, fasting or whatever, you should consult a health professional.

Source:
http://www.nutrimaxorganic.com

Tabel Respon Tubuh

Setelah bertahun-tahun tubuh terkontaminasi aneka pencemaran yang berasal dari makanan, kualitas udara, asap rokok dll, sudah sepatutnya kita melakukan detoksifikasi. Program detoksifikasi awal yang lengkap sebaiknya berlangsung selama sebulan penuh.

Nah, ketika toksin telah keluar di minggu-minggu pertama, maka akan mulai timbul berbagai respon tubuh akibat semakin optimalnya kerja ginjal dan liver sebagai organ penyaringan racun. Setiap progam detoks pasti akan mengalami yang namanya HEALING CRISIS yang biasanya disertai oleh “rasa tidak nyaman/sakit” di bagian tertentu ketika sebagian/seluruh racun telah berhasil dikeluarkan, sebagaimana halnya yang dirasakan oleh para pecandu Narkoba ketika didetoks. Agar tidak terjadi kepanikan, berikut ini saya tampilkan TABEL REAKSI yang dapat dijadikan acuan. Selamat mencoba!

Apa & Mengapa Detoks?

Apa itu detoks?

Detoksifikasi (detoks) adalah proses pengeluaran racun atau zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh. Puasa merupakan salah satu metode efektif detoksifikasi. Pembersihan dan detoks meningkatkan proses alamiah pengeluaran toksin dari dalam tubuh kita. Organ vital yang menjadi target dalam program pembersihan racun yang efektif adalah usus besar (pengeluaran) dan liver (detoksifikasi).

Hampir semua penyakit degeneratif dapat dihubungkan dengan kondisi keracunan dalam saluran usus (intestinal toxemia). Mengapa? Karena setiap jaringan dalam tubuh mendapatkan makanan dari darah, dan darah mendapatkannya dari usus. Setiap zat yang masuk ke dalam tubuh kita akan terserap ke dalam darah melalui dinding-dinding usus. Artinya, toksin yang berada usus juga akan ikut beredar bersama aliran darah sampai ke sel-sel di seluruh penjuru tubuh kita. Toksin-toksin inilah yang menyumbangkan terjadinya berbagai kondisi penyakit kronis, akut, dan degeneratif. Begitu juga menurunnya tingkat energi dan penuaan dini.

Mengapa perlu detoks?

Salah satu penyebab terbesar terjadinya tokxemia pada usus adalah kebiasaan mengkonsumsi makanan yang dimasak secara berlebihan atau diproses, yaitu makanan-makanan yang tidak memiliki enzim lagi. Juga kebiasaan lebih banyak makan makanan pembentuk asam, yaitu protein (hewani), pati, lemak. Terlalu banyak menyantap makanan sumber protein (hewani), pati, dan lemak mengakibatkan tubuh mengalami asidosis, yakni kondisi keasaman darah dan jaringan tubuh berlebihan.
Asidosis dapat menimbulkan peradangan pada berbagai jaringan dalam tubuh, menyebabkan butir-butir darah melekat satu sama lain, atau terbentuknya jejaring serabut-serabut halus (fibrin) dalam darah. Jejaring serabut-serabut ini yang memberi kesan seolah-olah darah menjadi pekat. Serabut-serabut ini mengakibatkan peredaran sel-sel darah terganggu, sehingga pasokan zat makan dan oksigen ke sel-sel jaringan tubuh lainnya terhambat.

Tubuh kita dikaruniai enzim-enzim yang diperlukan oleh berbagai fungsi metabolisme dalam tubuh dalam jumlah terbatas, termasuk proses pencernaan. Tubuh tidak akan menggunakan enzim-enzim ini apabila makanan yang kita makan masih memiliki enzim. Terus-menerus menggunakan enzim tubuh akan menghabiskan energi dan menyebabkan peradangan pada pankreas. Pankreas adalah organ vital yang memproduksi enzim-enzim pencernaan pada usus kecil. Gangguan pada pankreas menyebabkan pencernaan tidak lancar dan tubuh semakin banyak memproduksi ampas.

Usus besar tidak memiliki kemampuan untuk mencerna makanan. Tubuh akan memadatkan makanan yang tidak tercerna ke sepanjang dinding usus halus. Secara alami proses ini akan mengundang pengeluaran lendir dari sistem kekebalan tubuh yang ada pada dinding-dinding usus. Kondisi ini akan mengakibatkan sembelit (sulit buang air besar) dan penyumbatan pada saluran usus besar. Setelah beberapa waktu, kotoran ini akan membusuk dan menghasilkan gas beracun. Gas lebih mudah terserap melalui pori-pori halus pada dinding usus, mengalir dalam darah dan masuk ke sel-sel tubuh dan sewaktu-waktu siap menimbulkan penyakit.

Pembersihan besar-besaran alias detoksifikasi yang dilakukan secara berkala, perlu bagi tubuh kita. Selain untuk mengurangi ampas-ampas beracun dari dalam tubuh, tidak ada organisme pembawa penyakit atau virus yang tahan dalam tubuh yang bersih. Terapi detoks paling tuadan sudah ratusan tahun dilakukan oleh manusia adalah puasa. Dengan pola makan yang lebih sederhana dan alami saja, manusia dahulu sudah mengerti bahwa sekali waktu tubuh perlu detoks. Detoks seharusnya menjadi lebih penting bagi manusia modern dengan pola makan yang cenderung menimbulkan ampas lebih banyak dan penyumbatan-penyumbatan pada sistem tubuh.

Toksin mengakibatkan proses penuaan dan kerusakan lebih cepat pada seluruh sel tubuh. Waktu tidak ada hubungannya dengan penuaan. Penuaan atau proses degenerasi semata-mata adalah karena toksin dan dehidrasi yang kita tabung selama bertahun-tahun.

Sumber: Majalah Kesehatan Nirmala

Reaksi Pemulihan

Berdasarkan teori “Pengobatan Alami”, jika anda mengkonsumsi Melilea Greenfield Organic sampai tahap tertentu dimana fungsi organ tubuh mulai pulih kembali. Tubuh akan mengalami 4 (empat) tahap “Reaksi Pemulihan”.

1. Reaksi Awal.
Setelah mengkonsumsi Melilea Greenfield Organic, proses detoksifikasi dan pembersihan organ dalam akan berlaku. Metabolisme tubuh menjadi aktif dan reaksinya sbb:

a. Kontrol emosi meningkat
b. Sistem Imuniti bertambah kuat
c. Tidak merasa letih
d. Raut muka menjadi ceria
e. Kulit menjadi berseri-seri
f. Nafsu syahwat meningkat
g. Dalam jangka pendek akan terasa pening karena kontrol emosi meningkat sehingga kurang tidur.

2. Masa Proses Detoksifikasi

Melilea Greenfield Organic akan menjadikan:
a. Metabolisme tubuh anda akan meningkat
b. Toksin keluar dari tubuh
c. Tubuh menjadi alkali karena asidnya dikurangkan
d. Anda kerap buang air besar dan warna tinjanya bertambah gelap
e. Sebagian anda akan mengalami gatal-gatal pada muka, dahak bertambah banyak, batuk, rasa marah sedikit meningkat, sakit tekak, hilang suara dan influenza.

3. Masa sakit-sakit Sementara
Semasa proses detoksifikasi dimana tubuh sedang mengalami proses pemulihan, anda akan mengalami sakit-sakit. Jika anda pernah mengalami sakit, ia akan bertambah, itu pertanda baik dan ia akan hilang dalam waktu singkat.

4. Masa Keletihan ketika Pertumbuhan Kembali Sel-Sel
Sel tubuh akan tumbuh kembali dan emosi anda mungkin akan tidak stabil pada waktu ini. Reaksi dari proses detoksifikasi sedang berlangsung dan itu dapat menyebabkan keletihan tetapi tidak akan berlangsung lama.

Setelah mengalami 4 (empat) tahap tersebut, fungsi tubuh menjadi aktif kembali. Anda akan merasa lebih bertenaga, kulit jadi lembut dan berseri-seri, bintik hitam dan bintik orang tua lenyap, dan wajah anda menjadi lebih menarik.
Ingat ! Itu semua BUKAN EFEK SAMPING
Tetapi “REAKSI PEMULIHAN”

Program Detoksifikasi (Pembuangan Toksin)

Cara Minum Green Field Organic (GFO) Melilea — Untuk Program DETOKSIFIKASI

Minggu I-> Puasa makan nasi & lauk pauk (makanan olahan/masakan), hanya konsumsi GFO minimal 3x sehari + 3 liter air putih / hari (atau total: 4 gelas x 3 x 250 cc) + buah/sayuran segar

Urutannya:

300cc air + GFO –> ½ jam: 2 gelas air putih –> ½ jam: BUAH/SAYURAN SEGAR + 2 gelas air putih .… 3x sehari

Minggu II, III, IV:
300 cc air + GFO –> ½ jam: 2 gelas air putih –> ½ jam: BUAH/SAYURAN SEGAR + 1 gelas air putih –> ½ jam: nasi + lauk (½ porsi) + 1 gelas air putih …. 3x sehari

Green Field Organic (GFO)

  1. Diminum 3x sehari, yaitu pagi, siang, sore (boleh lebih dari 3x atau setiap merasa lapar -> semakin bagus, beda dengan obat, anda harus patuh pada dosis maksimal).
  2. Air tidak boleh panas, yang dipakai air suhu biasa atau dingin.
  3. Masukkan 1 sendok takar GFO (botol besar, jika GFO botol kecil, maka berikan 3 sendok takar kecil yang sudah ada di dalam botol kemasan) dalam 300 cc air, kemudian air dikocok 5-10 kali dengan kencang di gelas yang tertutup rapat. Kemudian secepatnya minum sampai habis (tidak boleh diaduk dengan sendok). Setengah jam kemudian minum 2 gelas air putih.
  4. Boleh dicampur jeruk nipis, madu asli, Melilea Organic Soya, atau Henry Organic Apple Juice.
  5. Jarak minum pertama dengan kedua tidak lebih dari 6 jam.
  6. Setelah minggu ke-IV boleh makan bebas (GFO idealnya 2x sehari & program detox minimal 1x seminggu –> untuk maintenance dan memastikan kecukupan nutrisi).
  7. Yang tidak perlu menjalankan puasa organik adalah anak-anak dibawah 12 tahun, ibu hamil & menyusui (tapi tergantung masing-masing individu), orang yang sakit parah dan terbaring.
  8. Pahami konsep berpuasa agar anda dapat menjaga komitmen untuk menjalani puasa organik dengan cara yang baik dan benar.
  9. GFO bisa dikonsumsi mulai dari bayi 4 bulan, ibu hamil dan menyusui, sampai usia lanjut.

Toksin

Seri Andang Gunawan, ADN, ND sebagaimana yang dimuat di Majalah NIRMALA Mei 2004 – sebagian kecil tulisan asli dibuang.

Pernahkah Anda mengalami sembelit, demam, flu, kelebihan berat badan, selulit, kadar kolesterol darah berlebihan, lesu kronis, penyakit/gangguan kulit, sindrom pramenstruasi, kehilangan gairah seks, penuaan dini, tumor, penyakit-penyakit degeneratif (hipertensi, stroke, penyakit jantung koroner, diabetes, kadar usam urat berlebihan, dll.), serta penyakit-penyakit infeksi yang tak kunjung sembuh?

Tahukah Anda bahwa akar dari masalah-masalah tersebut adalah karena adanya timbunan ampas (toksin) tubuh Anda?

TOKSIN bukan hanya ampas dari makanan yang kita makan dan makanan-makanan yang tidak tercerna, tetapi juga bisa berasal dari zat makanan aditif, udara tercemar, bahan kimia seperti pestisida, logam berat dalam air minum, residu obat-obatan farmasi, dll. Bahkan pikiran dan emosi negatif juga merupakan racun bagi sel-sel tubuh kita. Semua ampas atau zat yang tidak diperlukan tubuh akan diperlakukan sebagai racun (toksin) atau penyakit.

Ampas atau toksin juga diproduksi secara alamiah oleh tubuh kita sendiri. Ini merupakan proses metabolisme sehingga tidak dapat kita hindari. Setiap hari di dalam tubuh terjadi pembelahan sel-sel baru. Sementara itu sel-sel yang sudah tua akan menjadi aus, mati, dan menjadi ampas.

Dalam kondisi normal, ampas akan dikeluarkan secara teratur setiap hari melalui sistem pembuangan tubuh. Buang air besar setiap hari bukan jaminan bahwa proses pembuangan kita normal. Jika salah satu atau beberapa masalah tersebut merupakan keluhan Anda, berarti pengeluaran ampas dari tubuh Anda belum optimal! Penyakit terjadi apabila proses pembuangan tidak optimal dan toksin mulai merusak jaringan organ-organ vital.

Dalam sejumlah hasil penelitian disebutkan kondisi racun berlebihan (toxicity) erat hubungannya dengan penuaan dini, menyebabkan terjadinya penyakit-penyakit degeneratif (liver, jantung, diabetes, kanker, dll.), dan menurunkan sistem kekebalan tubuh. Karena itu, racun harus dikeluarkan dari dalam tubuh. Caranya, dengan detoksifikasi (detoks).

Detoksifikasi

Sebetulnya saya sudah lama mendengar istilah Detoksifikasi ini. Namun baru Kira-kira dua atau tiga tahun lalu saya mulai mengenal istilah detoksifikasi ini dengan lebih jauh ketika beberapa media misalnya Suara Karya yang memuat artikel tentang terapi cuci usus besar (colon)

Tapi jika anda baca artikel tersebut sampai habis, pasti geli membayangkan metode yang digunakan untuk melakukan proses detoksifikasi kala itu. Tapi sejatinya, apa sih arti detoksifikasi itu sendiri? Berikut ini saya petikkan deskripsinya menurut Wikipedia:

Nah, setelah membaca artikel di atas, apakah anda masih tertarik untuk melakukan metode yang sama?