Puasa Ramadhan Sehat dengan Organic

Puasa dari Sudut Pandang Kesehatan

Dalam satu periode tertentu, tubuh kita membutuhkan masa untuk melakukan proses pembersihan agar seluruh organ?organ tubuh dapat bekerja dengan lebih maksimal dan menyingkirkan bahan?bahan berbahaya yang tanpa sengaja masuk ke dalam tubuh baik melalui udara, makanan maupun minuman.
Proses pembersihan ini disebut dengan detoksifikasi. Puasa merupakan satu proses detoksifikasi alami.Dengan melakukan puasa, tubuh akan mampu bekerja dengan maksimal.
Setiap agama mengamalkan Puasa dengan cara dan filosofi masing?masing. Umat Muslim khususnya mewajibkan umatnya untuk melakukan puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan dalam setiap tahunnya.

Puasa di Bulan Ramadhan

Agar dapat menunaikan ibadah Puasa di bulan Ramadhan dengan sempurna, tentu saja dibutuhkan tubuh yang fit dan sehat. Sahur dan Berbuka Puasa memiliki peranan penting agar tubuh kita tidak lesu, lemah dan kurang energi. Jenis makanan yang tepat semasa Sahur dan berbuka puasa sangat membantu kelancaran dalam menunaikan Ibadah Puasa. Menurut hasi penelitian, selama berpuasa, kadar glukosa di dalam darah akan menurun, demikian juga dengan tekanan darah, kandungan lemak dan berat badan.
Untuk itulah, dibutuhkan puasa dengan benar agar jangan sampai mengganggu kesehatan tubuh kita.

Puasa dengan MELILEA Greenfield Organic

Beberapa hal yang perlu di perhatikan selama Berpuasa :

1. Melakukan Sahur
Terkadang dikarenakan berbagai alasan, orang lebih mengutamakan Tidur dibandingkan Sahur. Hal ini tentulah sangat tidak tepat, karena Sahur adalah kesempatan pertama kita mengkonsumsi makanan sebelum memasuki waktu puasa. Hasil penelitian memaparkan, dengan melakukan sahur, tubuh akan mendapat asupan tenaga dan nutrisi yang sangat dibutuhkan agar terhindar dari sakit yang diakibatkan oleh kelelahan dan kelaparan. Dengan sahur, kita dapat menjaga kestabilan metabolisme tubuh.

2. Makanan Pengganti
Setiap harinya tubuh membutuhkan paling tidak 40 jenis nutrisi yang berbeda untuk menjaga vitalitas.Selama menjalankan puasa, rata?rata orang makan 2 kali sehari yaitu pada waktu sahur dan buka puasa.Sehingga jika menu makanan yang tidak lengkap dapat mengakibatkan tubuh kekurangan nutrisi. Untuk itu, mengkonsumsi makanan pengganti yang kaya nutrisi sangat membantu mencukupi kebutuhan akan nutrisi.

3. Cara memasak dan penggunaan lemak terutamanya lemak jenuh
Mengkonsumsi makanan jenis gorengan atau bersantan tidaklah sehat, terutama pada saat berpuasa. Karena jenis makanan gorengan maupun santan akan sangat memberatkan system pencernaan, menyebabkan rasa tidak nyaman dan kembung disertai nyeri di bagian perut (heath burn), belum lagi peningkatan berat badan. Selain itu, sangat di anjurkan untuk menghindari konsumsi lemak hewani secara berlebihan seperti mentega dan keju.

4. Banyak mengkomsumsi buah?buahan dan sayuran segar
Buah?buahan dan sayuran segar sangat membantu daya tahan tubuh terhadap penyakit. Hal ini disebabkan, buah?buahan dan Sayuran memiliki sumber berbagai macam vitamin, mineral,phytonutrient dan juga rendah kalori.

5. Banyak mengkomsumsi makanan yang mengandung serat (fiber)

Disebabkan oleh puasa dalam jangka waktu yang panjang, sangat direkomendasikan untuk mengkomsumsi makanan yang lambat dicerna seperti makanan yang kaya akan serat. Makanan yang dicerna secara perlahan dapat bertahan selama 8 jam, sedangkan jenis makanan yang mudah dicerna hanya dapat bertahan selama 3-4 jam saja.

Jenis makanan yang cepat dicerna adalah makanan yang mengandung gula atau jenis simple carbohydrate seperti nasi (mempunyai indeks glikemik >100% –> cepat diubah menjadi gula/pemicu cepat insulin). Jenis makanan ini sangat cepat di cerna di dalam system pencernaan , sehingga sehabis makan, rasa lapar akan dengan mudah menyerang kembali. Tidak heran jika banyak orang puasa sebulan penuh tapi berat badan naik.

6. Minum air yang cukup

Manusia dapat bertahan hidup berhari?hari tanpa makanan, namun, sistem tubuh manusia akan melemah jika tidak mendapatkan asupan air yang cukup. Oleh karena itu, mengkonsumsi air yang cukup sebelum memasuki masa puasa dan setelah puasa sangat membantu untuk menstabilkan energi tubuh. Hindari minuman manis seperti kordial juga semua jenis minuman berkafein. Kafein akan memberikan rangsangan kebagian perut sehingga dapat meningkatkan asam hidrolik dan menyebabkan serangan maag.

7. Kurangi konsumsi makanan asin

Jumlah garam yang berlebihan di dalam makanan akan menyebabkan kita mudah haus disaat berpuasa. Rasa haus ini juga akan membuat tubuh melemah dan tidak bertenaga.

8. Berbuka puasa dengan benar

Setelah menjalankan puasa seharian penuh, tubuh akan terasa letih dan tidak bertenaga. Hal ini menyebabkan sebagian orang akan langsung mengkomsumsi makanan lengkap, tepat pada saat berbuka puasa. Makanan yang dikonsumsi secara berlebihan dari yang dibutuhkan akan berakibat pada penumpukan lemak. Untuk menghindarinya, sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang mudah dicerna oleh usus (tapi tidak cepat diubah jadi gula), mengandung serat dan dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.

Selepas seharian berpuasa, badan akan merasa keletihan dan tidak bertenaga. Kebanyakan orang akan berbuka dengan berbagai jajajan yang beraneka jenis dan rasa. Makanan yang dimakan dengan kadar (gula) berlebihan daripada yang diperlukan akan menyebabkan kelebihan bahan yang disimpan sebagai lemak. Ketika berbuka, sebaiknya makan makanan yang mudah dicerna oleh usus (tapi tidak cepat diubah jadi gula), mengandung serat dan dalam kadar yang sedikit. Makanan ini bertujuan untuk membantu kerja usus dan mempermudah sistem pembuangan.

MELILEA Greenfield Organic
Kaya akan kandungan serat seperti biji?bijian, buah?buahan dan sayur-sayuran. Greenfield Organic sangat kaya akan vitamin, mineral dan phytonutrient, sehingga Greenfield Organic akan menjadi makanan yang sangat tepat pada saat melakukan ibadah puasa.

Dengan mengkonsumsi Greenfield Organic di saat buka puasa, akan menghindari orang untuk mengkonsumsi makanan yang terlalu berlebih pada saat makan malam. Dengan memadukan Greenfield Organic bersama MELILEA Organic Soya Drink dan MELILEA Organic Henry Instant Drink Mix, maka segala kebutuhan akan vitamin, mineral dan nutrisi-nutrisi lainnya akan terpenuhi secara lengkap.
Tips Puasa dengan MELILEA Greenfield Organic

HARI KE-1
1 jam sebelum Sahur
MELILEA Greenfield Organic (1?2 scoop)
Konsumsi Air Putih minimal 2 gelas sebelum memasuki waktu makan sahur (@200 ml).
Sahur :
o 1 mangkok sereal gandum
o 1 Gelas MELILEA Soya Bean Powder
o 2 Potong Roti (terbaik jika roti gandum)
o 1 buah apel hijau
Buka Puasa :
3 – 4 buah kurma
1 gelas Henry Organic Apple Orchard (2–3 scoop, sesuai selera) dicampur dengan MELILEA Greenfield Organic (1?2 scoop) dikocok/shake 5x saja dengan kuat, langsung diminum.

Makan Malam :
Steam Ikan dengan sayuran
Sup macaroni
Nasi putih (sedikit saja, perbanyak buah/sayur)
1 buah pisang

HARI KE-2
1 jam sebelum Sahur
1 gelas Henry Organic Apple Orchard (2–3 scoop, sesuai selera) dicampur dengan MELILEA Greenfield Organic (1?2 scoop) dikocok/shake 5x saja dengan kuat, langsung diminum.
Konsumsi Air Putih minimal 2 gelas sebelum memasuki waktu makan sahur (@200 ml).

Sahur:
1 mangkok bubur kacang hijau
1 Gelas MELILEA Soya Bean Powder
1 buah Pir

Buka Puasa :
2 potong kue manis
1 gelas Henry Organic Apple Orchard (2–3 scoop, sesuai selera) dicampur dengan MELILEA Greenfield Organic (1?2 scoop) dikocok/shake 5x saja dengan kuat, langsung diminum.

Makan Malam :
Sepotong Daging Sapi Panggang
Sup Kentang
Nasi putih (sedikit saja, perbanyak buah/sayur)
Sepotong Melon

Catatan :
Menu di atas adalah SARAN. Silakan diteruskan pola di atas untuk hari-hari selanjutnya. Harap sesuaikan dengan kondisi fisik (misalnya untuk penderita gagal ginjal yang dilarang untuk mengkonsumsi air putih banyak-banyak)
Menu di atas dapat diganti sesuai selera.

Detox and Live

Herbalist Hilde Hemmes’ latest book is about detoxifying the body and is aptly titled Detox and Live. “We are the generation that is exposed to more chemical and toxic pollution than any in history,” said Hilde. “We are also the same generation that ingests a daily diet of processed foods, refined sugars, caffeine, additives, preservatives, steroids, penicillin, alcohol, nicotine, and a whole host of other toxins. This toxic cocktail serves no purpose in the human body and needs to be cleaned out. It is obvious that if you have fewer toxins to contend with, you will have more energy, more vitality, less weight and be in better health.”

Losing weight, cleansing your liver and a ‘quick detox’ are just some of the popular easy-to-follow programs in Detox and Live. Hilde Hemmes’ successful programs are based around simple juice therapy. “Organic juices are the cleansers of the human system. They purify the blood, get rid of accumulated toxins from the cells and help in the production of new cells. Organic juices will supply you with all of these positive effects and restore the acid-alkaline balance of your system, without the use of drugs or artificial vitamin supplements.”

Detox and Live explains why we need to detox, what effects various foods have on our bodies and the food additives one should avoid, together with comprehensive but simple programs devised to jump-start our way back to health and vitality.

Detox and Live is illustrated by artist Pro Hart, with a foreword by Professor Michael Tyler A.O., an eminent world authority on frogs and their sensitivity to man-made pollutants.

Colonoscopy ala dr Hiromi Shinya

Please check his colonoscopy video at http://www.youtube.com/watch?v=han3AfjevOc

About dr Hiromi Shinya:
First came to America in 1963 after completing his medical studies at Juntendo University in Tokyo in 1960. He wanted to explore new technical medical innovations. He arrived at Beth Israel Medical Center in New York and completed a surgical residency. In 1967, during his residency, he became interested in fiberoptic endoscoy. he then went on to develop the technique of colonoscopy using a flexible fiberoptic scope. This also enabled him to develop a technique for removing colonic polyps (1969). Up to that time major abdominal surgery was being performed to remove these polyps

Since that time, Dr Shinya has performed over 300,000 endoscopic procedures in Japan and the U.S. Over the course of time, he became aware that the stomach and intestinal phases of digestion could predict a patient’s general health condition. He could also predict which of our patients might suffer from neoplastic or degenerative diseases. Dr Shinya became confident that by maintaining proper diet, lifestyle, and elimination habits we could influence a patient’s health and longevity.

Patients suffering from degenerative, inflammatory and neoplastic disorders are likely to have intestinal dysfunction. These patients undoubtedly have a very poor intestinal phase of digestion. In 1975, the McGovern report demonstrated the serious relationship between diet and disease. The government recognized that nutritional improvements in the diet would lead to prevention of disease and possibly be helpful in its treatment. In Japan, especially educating the population to proper diet and elimination habits would be of great importance.

The imbalance in the gut leads to the production of large amounts of intestinal gases including hydrogen sulfide, ammonia, and methane. This eventually leads to a degradation of intestinal function. It also produces free radicals and it takes a lot of energy to detoxify and neutralize these products. Feces contain a large amount of toxins and waste products and should be eliminated regularly within 12-23 hours.

HIROMI SHINYA, M.D., P.C
Professor of Surgery at Albert Einstein College of Medicine
305East 55th Street, Suite 102 New York, NY10022
TEL:(212) 751-9714, 751-9727

Biographical outline of Dr Hiromi Shinya
1935
Born in Yanagawa-shi, Fukuoka prefecture.
1960
Works for Yokosuka US Arhis Hospital as an intern after graduating from MD of Juntendo University.
1963
Goes to USA and be a resident of the surgery at Bes Israel Hospital.
1968
Became a chief resident and starts using colonoscopy.
1969
In September succeeds extirpating colon polyp using colonoscopy without abdominal operation.
1971
Succeeds the first polypectohis (extirpating without abdominal operation) at The American Society for Gastrointestinal Endoscopy.
1972
Assumes the assistant professor of Surgery at Mount Sinai Medical University and the head of the Endoscope Center of Bes Israel Hospital.
1981
Assumes the professor of surgery at Mount Sinai Medical University till 1994.
1994-2005
Assumes the professor of surgery at Albert Einstein College of Medicine and the head of the Endoscope Center of Bes Israel Hospital till 2005.
Became Vice-chairman of Japanese Medical Association in USA.

Sumber: www.nutrimaxorganic.com dan www.youtube.com

HEALING CRISIS

When the body has enough energy to deal with the accumulated problems, toxins and wastes in the body, it will take steps to eliminate them (first by detoxification followed by rebuilding). And these steps manifest themselves as if the body’s condition is getting worse, but it’s a blessing in disguise, so don’t quit…

Healing crisis occurs when the body tries to eliminate toxins at a faster rate than they can be properly disposed of. The more toxic one’s bodily systems are, the more severe the detoxification, or healing crisis. It is characterized by a temporary increase in symptoms during the cleansing or detox process which may be mild or severe. You may feel worse and therefore conclude that the treatment is not working. But these reactions are instead signs that the treatment is working and that your body is going through the process of cleaning itself of impurities, toxins and imbalances.

Such reactions are temporary and can occur immediately — or within several days, or even several weeks, of a detox.

Symptoms usually pass within 1-3 days, but on rare occasions can last several weeks. If you are suffering from a major illness, the symptoms you experience during the healing crisis may be identical to the disease itself.

Sometimes discomfort during the healing crisis is of greater intensity than when you were developing the chronic disease. This may explain why there may be a brief flare-up in one’s condition. Often the crisis will come after you feel your very best.

Most people feel somewhat ill during the first few days of a cleanse because it is at that point that your body dumps toxins into the blood stream for elimination. With a more serious condition there may be many small crises to go through before the final one is possible. In any case, a cleansing & purifying process is underway, and stored wastes are in a free-flowing state.

Cause:

The healing crisis is the result of every body-system, in concert, working to eliminate waste products through all elimination channels and set the stage for regeneration. The end result: old tissues are replaced with new.

When any treatment or cleansing program causes a large scale die-off of bacteria, a significant amount of endotoxins (toxins within the bacteria itself) are released into the body. The more bacteria present, and the stronger their endotoxins, the stronger the cleansing reaction. When any treatment or detox causes the organs of the body (particularly the liver, which is a storehouse of drug and poison residues) to release their stored poisons and toxins, a cleansing reaction may occur.

Any program, such as fasting, which causes a rapid breakdown of fat cells (which are a storehouse for toxins), can cause a healing crisis as toxins previously lodged in the fat cells are released into the blood stream.

Symptoms:

The healing crisis will usually bring about past conditions in whatever order the body is capable of handling at that time. People often forget the diseases or injuries they have had in the past, but are usually reminded during the crisis. There are a wide variety of reactions that may manifest during a healing crisis, the most common are:

* Aches, Pains
* Anxiety
* Arthritic flair up
* Cough, cold or flu-like symptoms
* Constipation
* Cramps
* Diarrhea
* Drop in blood pressure
* Extreme fatigue and/or its opposite, restlessness
* Fever (usually low grade) and/or chills
* Frequent urination and/or urinary tract discharges
* Headache (believed to be caused by buildup of toxins in the blood)
* Increased joint or muscle pain
* Insomnia
* Mood swings
* Nausea
* New phobias develop
* Sinus congestion
* Skin eruptions, including: boils, hives, and rashes.
* Strong emotions: anger, despair, sadness, fear, etc.
* Suppressed memories arise

Easing Your Way Through the Healing Crisis:

* Water?Drink plenty of fresh water (especially water), juices, and herbal teas to flush the body of toxins. Some professionals recommend distilled water as the best. Drink from 2 to 4 quarts (liters) per day. This will help flush the toxins out of your system and speed along the detoxification.
* Rest?If you are feeling fatigued, or sleepy, your body is talking to you, and telling you to rest. Be kind to yourself, and get the rest that you need.
* Avoid Constipation?Symptoms frequently disappear immediately after a good bowel movement, use dietary fiber supplement or use an enema to provide relief.
* Relaxation: For other symptoms, meditation, EFT, acupuncture or a good massage might be helpful to speed up the healing process, and reduce the discomfort.
* Exercise Lightly: yoga, deep breathing, walking
* Sea Salt Foot Bath: fill a pail (about the height from you feet to your kneels) of warm water (about 38 degrees Celsius), dissolve one bowl of sea salt or Himalaya Crystal Salt (don’t use table salt). Place both feet into the pail (water level should be up the kneels) and soak for 30 minutes. Do it everyday for 2 weeks followed by once in 2~3 days.
* Reduce Dosage: On rare occasions, a reduction of the dosage or temporary cessation may be required.

Important: Always ensure your health by having a thorough medical check up, don’t assume that if you have any of the above symptoms that you are in a healing crisis: you may not be in a healing process, you may have a medical health problem.

You can investigate about everything yourself, but before you start with a treatment, a cleansing, fasting or whatever, you should consult a health professional.

Source:
http://www.nutrimaxorganic.com

Toksin Anakku

Seperti yang sudah saya tulis di artikel-artikel sebelumnya, bahwa selama beras/sayur/buah yang kita konsumsi penanamannya masih menggunakan pupuk anorganik (kimiawi) dan menggunakan pestisida sebagai media pembasmi hama; adanya kandungan zat-zat additif seperti pengawet, pemanis buatan, pewarna dll pada makanan/minuman kita serta berbagai polusi yang kita hirup entah itu dari asap kendaraan bermotor, asap rokok asap pabrik, dll, maka selama itu pulalah tubuh kita akan terpapar oleh resiko penumpukan residu zat-zat kimiawi tersebut di atas.

Tidak hanya terjadi pada kita orang dewasa, namun hal ini juga dapat terjadi pada anak-anak. Heran? tentu saja hal ini sangat mungkin terjadi. Coba kita bayangkan menu makanan dan jajanan anak-anak jaman sekarang. Mereka mengkonsumsi bakso, sosis, aneka snack dan minuman “ajaib” seperti yang sering kita lihat di TV.

Anak saya juga demikian adanya. Kebetulan beras yang kami konsumsi belum beras organic, paling2 kalau makan di KFC saja yang sudah menggunakan beras organic, lalu anak saya suka sosis, dan tentunya aneka snack yang walaupun sudah kita pilih dengan sangat hati2, tetap saja mengandung zat additif. Namun sekarang saya sudah lega karena sudah ada Melilea yang bisa membantu meluruhkan semua residu tersebut.

Sejak mengkonsumsi Melilea Greenfield Organic, saya juga membiasakan seluruh anggota keluarga saya untuk juga mengkonsumsinya. Misal:

  • Suami, minimal 2x sehari, paling suka dicampur dengan Henry Apple Juice Organic. 5 hari setelah konsumsi livernya merespon dengan rasa sakit yang hebat selama 5 hari. Tapi setelahnya, suami mengaku badannya makin fit. Kebetulan waktu SMP suami sudah kena livernya, dan kedua mertua saya meninggalnya karena kanker hati (sirosis).
  • Saya, sama, mengkonsumsi minimal 2x sehari karena sudah dalam masa post-fasting. Oh ya, diusahakan dalam sebulan kita melakukan organic-fasting selama 3-7 hari saja secara berturut2 (puasa organic, sebagaimana yang dimaksudkan untuk program detoks). Saya paling suka mencampurnya dengan Melilea Soya alias susu kedelai Melilea, karena menurut saya bisa mengenyangkan…hehehe.
  • Selma, 8 tahun, saya berikan sehari sekali tiap pagi waktu mau mandi. Paling suka dicampur Henry Apple Juice Organic. Dosisnya hanya 150cc air, jadi separuh porsi orang dewasa.
  • Salman 3 tahun, Saddam 2 tahun. Susunya pakai Melilea Soya tapi saya tambahkan dengan kira-kira 1/3 sendok teh Melilea GreenField Organic di setiap sajiannya. Jadi, kebiasaan saya dalam menyediakan susu untuk anak saya adalah dengan menyiapkan bubuk susunya plus saya tambahkan Melilea Greenfield Organic di dalam wadah khusus yang ada partisi-partisinya utk siap buat sekali porsi. Jadi praktis, bisa langsung bikin ketika dibutuhkan.

Nah, hasilnya….. taraaa!!!! inilah foto tosi anak saya yang terkecil, si Saddam. Lihat, beda banget kan antara toksin dan feces? kalo toksin bentuknya memanjang karena memang ia adalah endapan/residu racun-racun yang nempel di sepanjang usus. Sementara feces bentuknya, yaaa gitu deh ;p karena memang ia adalah sisa-sisa saripati makanan yang telah diolah, dan diserap oleh usus.

Tabel Respon Tubuh

Setelah bertahun-tahun tubuh terkontaminasi aneka pencemaran yang berasal dari makanan, kualitas udara, asap rokok dll, sudah sepatutnya kita melakukan detoksifikasi. Program detoksifikasi awal yang lengkap sebaiknya berlangsung selama sebulan penuh.

Nah, ketika toksin telah keluar di minggu-minggu pertama, maka akan mulai timbul berbagai respon tubuh akibat semakin optimalnya kerja ginjal dan liver sebagai organ penyaringan racun. Setiap progam detoks pasti akan mengalami yang namanya HEALING CRISIS yang biasanya disertai oleh “rasa tidak nyaman/sakit” di bagian tertentu ketika sebagian/seluruh racun telah berhasil dikeluarkan, sebagaimana halnya yang dirasakan oleh para pecandu Narkoba ketika didetoks. Agar tidak terjadi kepanikan, berikut ini saya tampilkan TABEL REAKSI yang dapat dijadikan acuan. Selamat mencoba!

Reaksi Pemulihan

Berdasarkan teori “Pengobatan Alami”, jika anda mengkonsumsi Melilea Greenfield Organic sampai tahap tertentu dimana fungsi organ tubuh mulai pulih kembali. Tubuh akan mengalami 4 (empat) tahap “Reaksi Pemulihan”.

1. Reaksi Awal.
Setelah mengkonsumsi Melilea Greenfield Organic, proses detoksifikasi dan pembersihan organ dalam akan berlaku. Metabolisme tubuh menjadi aktif dan reaksinya sbb:

a. Kontrol emosi meningkat
b. Sistem Imuniti bertambah kuat
c. Tidak merasa letih
d. Raut muka menjadi ceria
e. Kulit menjadi berseri-seri
f. Nafsu syahwat meningkat
g. Dalam jangka pendek akan terasa pening karena kontrol emosi meningkat sehingga kurang tidur.

2. Masa Proses Detoksifikasi

Melilea Greenfield Organic akan menjadikan:
a. Metabolisme tubuh anda akan meningkat
b. Toksin keluar dari tubuh
c. Tubuh menjadi alkali karena asidnya dikurangkan
d. Anda kerap buang air besar dan warna tinjanya bertambah gelap
e. Sebagian anda akan mengalami gatal-gatal pada muka, dahak bertambah banyak, batuk, rasa marah sedikit meningkat, sakit tekak, hilang suara dan influenza.

3. Masa sakit-sakit Sementara
Semasa proses detoksifikasi dimana tubuh sedang mengalami proses pemulihan, anda akan mengalami sakit-sakit. Jika anda pernah mengalami sakit, ia akan bertambah, itu pertanda baik dan ia akan hilang dalam waktu singkat.

4. Masa Keletihan ketika Pertumbuhan Kembali Sel-Sel
Sel tubuh akan tumbuh kembali dan emosi anda mungkin akan tidak stabil pada waktu ini. Reaksi dari proses detoksifikasi sedang berlangsung dan itu dapat menyebabkan keletihan tetapi tidak akan berlangsung lama.

Setelah mengalami 4 (empat) tahap tersebut, fungsi tubuh menjadi aktif kembali. Anda akan merasa lebih bertenaga, kulit jadi lembut dan berseri-seri, bintik hitam dan bintik orang tua lenyap, dan wajah anda menjadi lebih menarik.
Ingat ! Itu semua BUKAN EFEK SAMPING
Tetapi “REAKSI PEMULIHAN”

Aneka Testimoni

Berikut ini adalah foto testimoni beberapa orang yang telah mengkonsumsi Melilea Greenfield Organic:

Mama Selma

Nama saya Lathifah Ambarwati, usia 37 tahun dan ibu dari 3 orang putra-putri. Keluhan utama saya sebetulnya ambeien (hihihi..gak elit ya?). Keluhan ini sudah saya alami sejak kehamilan anak kedua disusul langsung dengan kehamilan ketiga. Lalu, saya juga tidak pernah mens secara teratur. Sejak gadis, jarak mentruasi saya antara 44-46 hari. Bahkan seingat saya, jarang sekali saya “hutang puasa” di bulan Ramadhan karena panjangnya jarak menstruasi saya itu.

Keluhan lain, paling-paling telapak tangan kanan saya yang suka kesemutan terutama kalau habis naik motor (kalo setir mobil gak berasa sih). Dugaan saya karena ga pernah pake mouse kalo pake laptop, jadi suka kram.

Alhamdulillah dalam waktu 10 hari saya sudah tidak tersiksa dengan ambeien ini alias kembali normal. Bahkan ketika saya test dengan makan tahu telor (tahu thek2) yang puedes, beso paginya BAB emang banyak (murus) tapi tidak berdarah lagi dan tetap rata!

Kemudian saya bisa mens persis dalam jarak waktu satu bulan! Saya ingat betul, karena saat pertama kali minum tgl 3 Mei 2008 itu kebetulan saya juga sedang mens hari pertama….eh, lha kok pas tgl 3 Juni 2008 kemarin saya mens lagi! Subhnallah….! Kesemutan di tangan kanan masih ada, tapi sudah jauh berkurang.

Secara singkat, saya pertama kali join Melilea pada tgl 29 April 2008 melalui temen saya Pak Faussy (Faustinus Rembranny). Saya kenal beliau kira2 setahun yang lalu di sebuah forum internet marketing. Waktu itu kita tidak sengaja ketemuan lagi di BCA Darmo waktu sama2 antri. Setelah ngobrol ngalor ngidul, saya ditawari Melilea. Caranya sangat membuat saya terkesan karena yang ditonjolkan adalah manfaat produknya yang terbukti luar biasa itu. Saya bahkan dikasih lihat beberapa bukti foto2 yang semakin menguatkan keinginan saya mengikuti jejaknya. Hidup sehat dan mendapatkan income tambahan.

Jadilah saat itu juga menyatakan join, namun beliau saya minta ke rumah juga sorenya untuk memberikan penjelasan ke suami saya. Beginilah kronologis saya bersama Melilea:

29 April 2008 –> Join
30 April 2008 –> Baca2 starter kit dan cari informasi2 tambahan di internet untuk semakin meyakinkan saya bahwa bisnis di bidang kesehatan (wellness) ini akan menjadi tren di masa yang akan dating
1 Mei 2008 –> Mau pesan produk ke Melilea ternyata telpon tidak ada yang angkat. Hhhmmm libur mungkin, karena bertepatan dengan Kenaikan Isa Almasih
2 Mei 2008 –> Akhirnya saya melakukan pembelanjaan pertama saya, berupa: MGFO besar 1 botol, MGFO kecil 4 botol (rencananya mau saya kasih ke sau dara2 yang sedang sakit), dan mini dispenser alias tempat serbuk MGFO mirip bentuk wadah bubuk susu bayi kalau mau bepergian itu lho.
3 Mei 2008 –> Minum MGFO untuk pertama kali alias hari-1, dan sedang mens hari pertama
4 Mei 2008 –> Hari ke-2, siang hari toksin keluar sepanjang 10 cm an

5 Mei 2008 –> Hari ke-3, pagi hari toksin keluar hampir 1,2 meter!! Wwooowww luar biasa, hampir2 ga percaya akhirnya benda jelek itu keluar juga dari tubuh saya ;p

6 Mei 2008 –> Hari ke-4 toksin tidak keluar
7 Mei 2008 –> Hari ke-5 toksin keluar lagi sepanjang 80 cm

7 Mei 2008 –> Hari ke-5 toksin keluar lagi sepanjang 80 cm

9 Mei 2008 –> Hari ke-5 toksin keluar lagi sepanjang 80 cm

Jadi sampai dengan detik ini, total toksin yang keluar adalah hampir 4 meter! Hhhaaahhh???

Yah, dan tidak hanya toksin saya saja yang berhasil keluar. Beberapa masalah kesehatan saya juga berhasil teratasi, antara lain:

1. Mata kiri saya yang tadinya rabun berangsur membaik –> hari ke-4 mata kiri saya terasa nyut2an

2. Wasir yang sudah saya alami selama 3 tahun sejak kehamilan ke-2 juga sudah membaik –> hari ke-7 perut kanan dan kiri seperti ditusuk2. Alhamdulillah dalam waktu 10 hari saya sudah tidak tersiksa dengan ambeien ini alias kembali normal. Bahkan ketika saya test dengan makan tahu telor (tahu thek2) yang puedes, besok paginya BAB emang banyak (murus) tapi tidak berdarah lagi dan tetap rata!

3. Kemudian saya bisa mens persis dalam jarak waktu satu bulan! Saya ingat betul, karena saat pertama kali minum tgl 3 Mei 2008 itu kebetulan saya juga sedang mens hari pertama….eh, lha kok pas tgl 3 Juni 2008 kemarin saya mens lagi! Subhnallah….! –> tapi seminggu sebelumnya, perut saya seperti diremas2, dari bagian tengah sampai ke perut bagian kiri bawah dekat pangkal paha, mungkin daerah rahim sampe indung telur kiri kali ya. Saya jadi ingat, pernah ada kista di indung kanan saya dengan diameter 6cm yang sudah diangkat saat operasi caesar kelahiran anak ke-3 tahun 2006 lalu. Setelah kesakitan selama 3 hari, selang 2 hari kemudian saya pendarahan banyak dan merah tua kehitaman plus banyak gumpalan darah yang tidak seperti biasanya…kali ini agak besar2. Seandainya hal ini terabaikan, mungkin saya mesti operasi kista lagi kali..wallahu a’lam..yang jelas, gaya hidup organic memang menyehatkan. It promotes self healing!

4. Kesemutan di tangan kanan masih ada, tapi sudah jauh berkurang.

Ya, itulah reaksi saya, ternyata Melilea tidak hanya sekedar janji atau klaim kosong belaka, namun benar2 ada faktanya. Tidak salah jika saya langsung memutuskan join waktu itu.

Semoga produk ini juga bermanfaat buat Anda ya!

Toksin

Seri Andang Gunawan, ADN, ND sebagaimana yang dimuat di Majalah NIRMALA Mei 2004 – sebagian kecil tulisan asli dibuang.

Pernahkah Anda mengalami sembelit, demam, flu, kelebihan berat badan, selulit, kadar kolesterol darah berlebihan, lesu kronis, penyakit/gangguan kulit, sindrom pramenstruasi, kehilangan gairah seks, penuaan dini, tumor, penyakit-penyakit degeneratif (hipertensi, stroke, penyakit jantung koroner, diabetes, kadar usam urat berlebihan, dll.), serta penyakit-penyakit infeksi yang tak kunjung sembuh?

Tahukah Anda bahwa akar dari masalah-masalah tersebut adalah karena adanya timbunan ampas (toksin) tubuh Anda?

TOKSIN bukan hanya ampas dari makanan yang kita makan dan makanan-makanan yang tidak tercerna, tetapi juga bisa berasal dari zat makanan aditif, udara tercemar, bahan kimia seperti pestisida, logam berat dalam air minum, residu obat-obatan farmasi, dll. Bahkan pikiran dan emosi negatif juga merupakan racun bagi sel-sel tubuh kita. Semua ampas atau zat yang tidak diperlukan tubuh akan diperlakukan sebagai racun (toksin) atau penyakit.

Ampas atau toksin juga diproduksi secara alamiah oleh tubuh kita sendiri. Ini merupakan proses metabolisme sehingga tidak dapat kita hindari. Setiap hari di dalam tubuh terjadi pembelahan sel-sel baru. Sementara itu sel-sel yang sudah tua akan menjadi aus, mati, dan menjadi ampas.

Dalam kondisi normal, ampas akan dikeluarkan secara teratur setiap hari melalui sistem pembuangan tubuh. Buang air besar setiap hari bukan jaminan bahwa proses pembuangan kita normal. Jika salah satu atau beberapa masalah tersebut merupakan keluhan Anda, berarti pengeluaran ampas dari tubuh Anda belum optimal! Penyakit terjadi apabila proses pembuangan tidak optimal dan toksin mulai merusak jaringan organ-organ vital.

Dalam sejumlah hasil penelitian disebutkan kondisi racun berlebihan (toxicity) erat hubungannya dengan penuaan dini, menyebabkan terjadinya penyakit-penyakit degeneratif (liver, jantung, diabetes, kanker, dll.), dan menurunkan sistem kekebalan tubuh. Karena itu, racun harus dikeluarkan dari dalam tubuh. Caranya, dengan detoksifikasi (detoks).

Quotation on Detox

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Sumber daripada penyakit adalah perut . Perut adalah gudang penyakit dan berpuasa itu adalah (salah satu) obat. (H.R. Muslim)

Dr. Victoriron, USA:

“Cucilah usus anda supaya anda merasa 20 tahun lebih muda. Jika tiap-tiap orang mengamalkan cuci usus, niscaya 95% klinik akan ditutup karena kekurangan pasien”.

Dr. Norman Walker, Dsc, Phd, USA):

“Cuci usus akan menghilangkan sembelit, rasa lesu, penyakit lemah pencernaan, sakit sendi, sakit pinggang, perut kembung, kencing manis dan lain-ain”.

Sir Arbuthnot Lane, M.D, London:

Saya telah mengalami bahwa banyak kasus pembedahan dapat dielakkan dengan cara mencuci usus, karena 90% dari penyakit manusia di masa kini disebabkan oleh usus yang kotor dan tidak berfungsi dengan normal”.

Mal Nikoff, Pakar Patologi pemenang hadiah Nobel 1908:

“Makanan yang tersumbat dalam sistem perut akan bertukar menjadi bahan buangan yang berbahaya. Ia secara tidak langsung meracuni tubuh kita, lalu mendatangkan penyakit dan mempercepat penuaan”.

Dr. Robert Gray, USA:

“Parasit hidup membiak pada sistem perut yang kotor”.

Dr. Barlev Lenson, Jakarta:

“Memakan makanan yang tidak berpolusi (0% polusi) akan membantu tubuh untuk:

1. Melakukan detoksifikasi (pembuangan racun dari dalam tubuh).

2. Memperkuat sitem imun (kekebalan tubuh).

3. Membentuk pola hidup seimbang.

4. Membantu proses peremajaan sel-sel tubuh, dan menghambat penuaan secara berkesinambungan

Dr. Henry B Beley, USA membuat 4 kesimpulan penting dari 55 tahun pengalaman beliau di bidang kesehatan sbb:

1. Penyebab segala penyakit bukan bakteri, melainkan racun/toksin yang berawal dari keracunan makanan. Toksin/racun ini menyebabkan rusaknya sel tissue sehingga terjangkit bakteri.

2.  Dalam banyak kasus penggunaan obat untuk penyembuhan penyakit adalah berbahaya, efek samping dari obat tersebut dapat membawa maut/kematian.

3. Makanan Organik adalah pilihan terbaik untuk merawat penyakit dan menguatkan tubuh.

4. Naturopati memadukan teori dan praktikal tentang pemahaman melalui pengobatan alami (self healing). Manusia mengalami sakit karena toksin yang terkumpul secara terus menerus di dalam tubuh.

Manfaat Detoks

Seri Andang Gunawan, ADN, ND sebagaimana yang dimuat di Majalah NIRMALA Mei 2004 – sebagian kecil tulisan asli dibuang.

Manfaat detoks bagi tubuh dan kesehatan:
Meremajakan sel-sel sehingga kulit pun menjadi bersih, sehat, kencang, dan lembut.
• Menurunkan kelebihan berat badan.
• Meningkatkan energi.
• Peningkatan indera penciuman, perasa, dan pendengaran.
• Pengeruta tumor (jika ada).
• Peradangan pada kelenjar getah bening hilang.
• Melancarkan peredaran darah dan getah bening.
• Memperbaiki daya ingat.
• Menghilangkan gejala-gejala penyakit seperti alergi, sakit kepala, kembung, dsb.
• Memperbaiki kadar gula darah dan tekanan darah.
• Memperbaiki fungsi liver dan ginjal.
• Meningkatkan daya tahan tubuh.
Ada beberapa metode detoks yang sering dilakukan saat ini. Mulai dari yang alami seperti puasa hingga yang menggunakan suplemen herba atau obat-obatan tertentu.

Program detoks yang baik harus dapat:
• Menormalkan pH (kadar keasaman) pencernaan
• Meringan beban fungsi enzim di pankreas
• Melancarkan kerja empedu dan mencairkan cairan empedu
• Mengurangi lemak dan penyumbatan pada liver
• Membangun flora usus
• Melancarkan pembuangan lendir dan ampas dari dinding usus agar penyerapan zat makanan menjadi lebih baik
• Membuang kotoran yang menyumbat saluran usus (catatan: penyumbatan pada usus dapat mengakibatkan kanker usus)
• Merangsang peristaltik usus agar pembuangan lebih lancar
• Membersihkan darah
• Membersihkan saluran kencing dan memperbaiki keseimbangan cairan tubuh
• Melancarkan peredaran getah bening
• Membuka pori-pori kulit
• Mengeluarkan lendir dari paru-paru serta melancarkan pernapasan

Apa dan Mengapa Detoks?

Seri Andang Gunawan, ADN, ND sebagaimana yang dimuat di Majalah NIRMALA Mei 2004 – sebagian kecil tulisan asli dibuang.

Apa itu detoks?

Detoksifikasi (detoks) adalah proses pengeluaran racun atau zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh. Puasa merupakan salah satu metode efektif detoksifikasi. Pembersihan dan detoks meningkatkan proses alamiah pengeluaran toksin dari dalam tubuh kita. Organ vital yang menjadi target dalam program pembersihan racun yang efektif adalah susu besar (pengeluaran) dan liver (detoksifikasi).

Hampir semua penyakit degeneratif dapat dihubungkan dengan kondisi keracunan dalam saluran usus (intestinal toxemia). Mengapa? Karena setiap jaringan dalam tubuh mendapatkan makanan dari darah, dan darah mendapatkannya dari usus. Setiap zat yang masuk ke dalam tubuh kita akan terserap ke dalam darah melalui dinding-dinding usus. Artinya, toksin yang berada usus juga akan ikut beredar bersama aliran darah sampai ke sel-sel di seluruh penjuru tubuh kita. Toksin-toksin inilah yang menyumbangkan terjadinya berbagai kondisi penyakit kronis, akut, dan degeneratif. Begitu juga menurunnya tingkat energi dan penuaan dini.

Mengapa perlu detoks?

Salah satu penyebab terbesar terjadinya tokxemia pada usus adalah kebiasaan mengkonsumsi makanan yang dimasak secara berlebihan atau diproses, yaitu makanan-makanan yang tidak memiliki enzim lagi. Juga kebiasaan lebih banyak makan makanan pembentuk asam, yaitu protein (hewani), pati, lemak. Terlalu banyak menyantap makanan sumber protein (hewani), pati, dan lemak mengakibatkan tubuh mengalami asidosis, yakni kondisi keasaman darah dan jaringan tubuh berlebihan.
Asidosis dapat menimbulkan peradangan pada berbagai jaringan dalam tubuh, menyebabkan butir-butir darah melekat satu sama lain, atau terbentuknya jejaring serabut-serabut halus (fibrin) dalam darah. Jejaring serabut-serabut ini yang memberi kesan seolah-olah darah menjadi pekat. Serabut-serabut ini mengakibatkan peredaran sel-sel darah terganggu, sehingga pasokan zat makan dan oksigen ke sel-sel jaringan tubuh lainnya terhambat.

Tubuh kita dikaruniai enzim-enzim yang diperlukan oleh berbagai fungsi metabolisme dalam tubuh dalam jumlah terbatas, termasuk proses pencernaan. Tubuh tidak akan menggunakan enzim-enzim ini apabila makanan yang kita makan masih memiliki enzim. Terus-menerus menggunakan enzim tubuh akan menghabiskan energi dan menyebabkan peradangan pada pankreas. Pankreas adalah organ vital yang memproduksi enzim-enzim pencernaan pada usus kecil. Gangguan pada pankreas menyebabkan pencernaan tidak lancar dan tubuh semakin banyak memproduksi ampas.

Usus besar tidak memiliki kemampuan untuk mencerna makanan. Tubuh akan memadatkan makanan yang tidak tercerna ke sepanjang dinding usus halus. Secara alami proses ini akan mengundang pengeluaran lendir dari sistem kekebalan tubuh yang ada pada dinding-dinding usus. Kondisi ini akan mengakibatkan sembelit (sulit buang air besar) dan penyumbatan pada saluran usus besar. Setelah beberapa waktu, kotoran ini akan membusuk dan menghasilkan gas beracun. Gas lebih mudah terserap melalui pori-pori halus pada dinding usus, mengalir dalam darah dan masuk ke sel-sel tubuh dan sewaktu-waktu siap menimbulkan penyakit.

Pembersihan besar-besaran alias detoksifikasi yang dilakukan secara berkala, perlu bagi tubuh kita. Selain untuk mengurangi ampas-ampas beracun dari dalam tubuh, tidak ada organisme pembawa penyakit atau virus yang tahan dalam tubuh yang bersih. Terapi detoks paling tuadan sudah ratusan tahun dilakukan oleh manusia adalah puasa. Dengan pola makan yang lebih sederhana dan alami saja, manusia dahulu sudah mengerti bahwa sekali waktu tubuh perlu detoks. Detoks seharusnya menjadi lebih penting bagi manusia modern dengan pola makan yang cenderung menimbulkan ampas lebih banyak dan penyumbatan-penyumbatan pada sistem tubuh.

Toksin mengakibatkan proses penuaan dan kerusakan lebih cepat pada seluruh sel tubuh. Waktu tidak ada hubungannya dengan penuaan. Penuaan atau proses degenerasi semata-mata adalah karena toksin dan dehidrasi yang kita tabung selama bertahun-tahun.

Detoksifikasi

Sebetulnya saya sudah lama mendengar istilah Detoksifikasi ini. Namun baru Kira-kira dua atau tiga tahun lalu saya mulai mengenal istilah detoksifikasi ini dengan lebih jauh ketika beberapa media misalnya Suara Karya yang memuat artikel tentang terapi cuci usus besar (colon)

Tapi jika anda baca artikel tersebut sampai habis, pasti geli membayangkan metode yang digunakan untuk melakukan proses detoksifikasi kala itu. Tapi sejatinya, apa sih arti detoksifikasi itu sendiri? Berikut ini saya petikkan deskripsinya menurut Wikipedia:

Nah, setelah membaca artikel di atas, apakah anda masih tertarik untuk melakukan metode yang sama?